Ekbis

Bank Indonesia Sarankan Pemkab Jember Tenangkan Masyarakat

Jember (beritajatim.com) – Coronavirus Disease-19 (Covid-19) membuat pemerintah daerah membatasi ruang gerak masyarakat untuk berkumpul. Ini berpengaruh terhadap perekonomian daerah.

Pemimpin Kantor Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo mengatakan, Covid-19 bisa berdampak terhadap inflasi di daerah. “Kemarin gejolak soal bawang putih. Ndilalah impor terbesar dari China,” katanya, Senin (16/3/2020).

Bagaimana dengan komponen lain dalam perhitungan inflasi? “Kami belum hitung. Tapi yang jelas akan berpengaruh karena kegiatan ekonomi berkurang,” kata Hestu.

Menurut Hestu, ada resiliensi ekonomi. “Seberapa kuat ekonomi kita bisa menopang krisis, ini harus dihitung. Kita kan tidak tahu manajemen stok (bahan baku produksi). Sepanjang kita tidak tahu, kita belum bisa menghitung seberapa kuat,” katanya.

Hestu menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk hadir menenangkan masyarakat agar tak terjadi panic buying. Pembelian karena panik justru bisa memicu kericuhan.

“Mudah-mudahan masyarakat bijak. Tak usah terlalu panik. Masyarakat jangan khawatir barang-barang kebutuhan pokok menghilang,” kata Hestu. Pemkab Jember disarankan menggunakan jaringan tokoh masyarakat untuk menenangkan publik.  (wir/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar