Iklan Banner Sukun
Ekbis

Bank Indonesia: Inflasi Kota Malang Tetap Terjaga

Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi.

Malang (beritajatim.com) – Berdasarkan rilis inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode Maret 2022 Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,63 persen (mtm), 1,33 persen (ytd) dan 2,98 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,26. Seluruh kota IHK di Jawa Timur mengalami inflasi pada periode ini.

Realisasi inflasi Kota Malang tercatat lebih rendah dari Jawa Timur dan Nasional dimana masing-masing tercatat sebesar 0,71 persen (mtm) dan 0,66 persen (mtm). Secara umum, inflasi pada Maret 2022 didorong oleh kenaikan harga berbagai kelompok pengeluaran.

“Tiga kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,32 persen transportasi 0,10 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,09. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi sebesar minus 0,03 persen. Sementara itu, kelompok pendidikan pada periode Maret 2022 tercatat stabil,” kata Kepala Perwakilan BI Malang, Samsun Hadi.

Lalu 5 komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Maret 2022 yaitu cabai rawit dengan andil sebesar 0,09 persen (mtm), emas perhiasan 0,06 persen (mtm), telur ayam ras 0,05 persen (mtm), mobil 0,05 persen (mtm) dan cabai merah 0,05 persen (mtm).

“Kenaikan harga cabai disebabkan oleh tertundanya masa pemetikan akibat faktor hujan di area sentra produksi. Harga emas meningkat sejalan dengan kenaikan harga emas dunia di tengah kebijakan normalisasi suku bunga The Fed. Kenaikan harga telur ayam ras disebabkan oleh kenaikan harga pakan ternak yaitu jagung yang meningkat sebesar 26,7 persen (ytd),” ujar Samsun.

Sementara itu, kenaikan harga mobil sejalan dengan koreksi harga pasca relaksasi PPnBM mobil non-LCGC yang selesai atau kembali normal. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras dengan andil sebesar minus 0,02 persen (mtm), ikan tongkol minus 0,01 persen (mtm), melon minus 0,01 persen (mtm), batu bata minus 0,01 persen (mtm) dan udang basah minus 0,01 persen (mtm).

“Ke depan, Bank Indonesia Malang tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah serta konsisten dalam mengarahkan ekspektasi inflasi melalui program – program TPID guna mengendalikan inflasi 2022 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0 persen kurang lebih 1 persen,” tandasnya.

Di samping itu, Bank Indonesia Malang dan Pemerintah Daerah juga terus berupaya untuk mendorong kegiatan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan akselerasi vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). [luc/but]

 

 

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar