Ekbis

Banjir Terjang Lahan Pertanian Gresik, PG Jamin Stok Kebutuhan Pupuk Aman

Gresik (beritajatim.com) – Enam hari banjir menerjang lahan pertanian di Gresik Selatan akibat meluapnya Kali Lamong. Stok kebutuhan pupuk di wilayah terdampak banjir masih aman. Hal tersebut disampaikan Manager Humas PT Petrokimia Gresik (PG), Muhammad Ihwan, Senin (6/05/2019).

Menurut Ihwan, stok kebutuhan pupuk baik itu di wilayah terdampak banjir maupun di seluruh wilayah Kabupaten Gresik sudah tersedia sesuai alokasi.

Berdasarkan alokasinya PG menyalurkan pupuk urea 53.247 ton. Sementara Petroganik 5.020 ton, NPK Phonska 314 ton, SP-36 sebesar 201 ton, dan ZA 54 ton.

“Dengan alokasi tersebut kebutuhan pupuk di Gresik sangat cukup,” ujar Ihwan.

Sementara, memasuki bulan Ramadan 1440 H, secara nasional anak usaha PT Pupuk Indonesia (persero). Yakni, PT Petrokimia Gresik (PG) telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 909 ribu ton, atau lima kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah sebesar 171 ribu ton.

Dari jumlah itu, rinciannya pupuk urea sebesar 121 ribu ton, ZA 150 ribu ton, SP-36 188 ribu ton, NPK Phonska 359 ribu ton, dan Petroganik 91 ribu ton.

“Memasuki bulan Mei 2019, atau bulan Ramadan 1440 H, sebagian daerah sudah memasuki musim tanam gadu atau musim tanam menjelang kemarau. Untuk itu, kami memastikan pada bulan puasa ini distribusi pupuk bersubsidi tetap berjalan seperti biasa,” papar Ihwan.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian melalui Permentan nomor 47 tahun 2018 menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 8,87 juta ton kepada PT Pupuk Indonesia (Persero). Dari jumlah tersebut, PG mendapat alokasi penyaluran sebesar 5,2 juta ton. Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) lainnya.

“Hingga 30 April 2019, kami telah menyalurkan sebesar 1,83 juta ton atau 103 persen dari alokasi PG pada caturwulan pertama, atau Januari sampai April 2019,” imbuh Ihwan.

Lebih lanjut Ihwan kembali mengajak para petani untuk dapat mengikuti dosis atau rekomendasi pemupukan berimbang agar hasil pertanian dapat mencapai produktivitas optimal dan efisien dalam penggunaan pupuk.

“Pemupukan berimbang ini sangat penting karena merupakan rekomendasi yang sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen 1-2 ton per hektar dengan aplikasi pupuk yang paling efisien, sehingga petani bisa lebih menghemat pupuknya,” ujar Ihwan.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi itu perusahaan berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), SK Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota Madya. Perusahaan mendistribusikan pupuk bersubsidi berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

“Penyaluran ini dikawal oleh 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan 323 asisten SPDP kami di seluruh nusantara. Kami memiliki fasilitas distribusi 305 gudang penyangga dengan kapasitas total 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi,” pungkas Ihwan. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar