Ekbis

Bangun Hotel di Masa Pandemi, Ini Strategi Aston Inn Mojokerto

Owner PT Jaya Kirana Samudra Wibowo, Gagah eko wibowo dan Central Regional General Manager, Yohanes Sulistiono Hadi saat Topping of Ceremony Aston Inn Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Di masa pandemi Covid-19, Archipelago Internasional dan PT Jaya Kirana Samudra Wibowo justru membangun hotel di Mojokerto. Aston Inn Mojokerto yang berada di Jalan By Pass Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini diharapkan bisa membidik para pembisnis dan wisatawan religi.

Meski baru dibuka tahun depan, namun manajemen berharap hotel bintang 3 dengan 140 kamar berlantai 8 ini diharapkan menjadi pilihan hotel yang familiar ketika berkunjung ke Mojokerto. Aston Inn Mojokerto memiliki fasilitas ruang pertemuan, restoran, kolam renang, pusat kebugaran, spa, coffee shop dan fasilitas parkir yang luas.

Owner PT Jaya Kirana Samudra Wibowo, Gagah eko wibowo mengatakan, Topping of Ceremony Aston Inn Mojokerto digelar sebagai bentuk rasa syukur selesainya pembangunan tiga hotel baru yakni Aston Inn Jemursari, Surabaya, The Alana Malang dan Aston Inn Mojokerto.

“Dalam waktu dekat dilanjutkan untuk soft operning, insya Allah di tahun depan. Kita mengerjakan tiga proyek secara spontan, pembangunan awal tahun kemarin kemudian rencana selesai tahun depan. Mojokerto termasuk paling cepat, tidak pakai basa-basi. Mojokerto di pilih karena posisinya di tengah antara Jombang dan Surabaya,” ungkapnya, Jumat (11/6/2021).

Mojokerto menjadi tujuan pembangunan hotel dibawah Archipelago Internasional bukan tanpa alasan. Akses Mojokerto tidak jauh dari Surabaya dan dimudahkan dengan adanya akses Jalan Tol, Mojokerto juga lintasan wisata reliji ke Jombang dan banyak berdiri industri di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

“Mojokerto sendiri ada dua pemerintah, Pemkab dan Pemkot sehingga saya kira Aston Inn Mojokerto sangat luas jangkauannya dan banyak potensi. Hotel Aston Inn adalah salah satu operator yang sudah cukup terkemuka, dari sisi market merupakan market bisnis, goverment, wisata reliji bisa ditampung di sini,” katanya.

Sementara itu, Central Regional General Manager, Yohanes Sulistiono Hadi menambahkan, pasar Mojokerto dinilai lebih lengkap. “Potensial Mojokerto ini kan juga cukup luar biasa. Mojokerto ini kan kalau Jawa Timur itu kan segitiga emas ya, Mojokerto, Pasuruan, Surabaya. Potensial marketnya cukup luas justru kalau dibandingkan dengan Surabaya, Mojokerto jauh lebih komplit,” ujarnya.

Mojokerto ada transit dan industri. Menurutnya, hotel tidak selalu ada di kota besar dan saat ini Archipelago Internasional fokus masuk kabupaten. Di Mojokerto dinilai belum ada hotel branding sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang nantinya direkrut akan bisa dilatih sehingga ada dua tujuan yang bisa dicapai.


“Kalau kita lihat pengalaman kita selama ini, SDM 80 persen kita ambil dari lokal dan 20 persen dari luar. Seperti level supervisor, manager kita ambil dari luar. Harapannya, 80 persen ini bisa keluar menjadi manager karena memiliki pengalaman dari sini. Tidak hanya di lokal saja mereka berkarir. Saat ini, Archipelago salah satu operator paling survive,” urainya.

Tiga bulan sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, tegas Yohanes, Archipelago Internasional sudah tahu sehingga semua sudah dipersiapkan. Sebelum pandemi masuk, pihaknya sudah melakukan digital marketing dan strategi sehingga saat pandemi masuk ke Indonesia, semua sudah siap dan dikembangkan dalam jangka waktu tiga tahun.

“Jadi pandemi tidak hanya satu bulan, dua bulan tapi kita sudah membuat strategi, baik budget, finance selama tiga tahun. Moga-moga tahun depan, itu semua sudah recovery. Pada saat recovery, kita sudah siap. Tidak menunggu, kita terlambat jika sudah recovery sehingga kita bangun saat pandemi. Saat recovery, hotel sudah siap menampung tamu,” jelasnya.

Yohanes menambahkan, hubungan Archipelago Internasional dengan pemerintah sudah cukup baik selama mengikuti aturan yang ada. Karena dengan adanya Aston Inn Mojokerto nantinya pemerintah juga akan mendapatkan pajak melalui Pajak Asli Daerah (PAD) dan bisa menyerap tenaga kerja dari Mojokerto.

Sekedar diketahui, Archipelago Internasional merupakan grup manajemen hotel swasta dan independen terbesar di Asia Tenggara yang mengoperasikan lebih dari 159 hotel. Lebih dari 50 hotel lainnya sedang dalam pengembangan di seluruh Asia Tenggara, Karibia dan Timur Tengah. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar