Ekbis

Bangkitkan UMKM di Tengah Pandemi, DPRD Gresik Siapkan Regulasi

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pimpinan DPRD Gresik saat sertijab Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang baru

Gresik (beritajatim.com)- Pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Hal itu menyebabkan semua sektor termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik tak berdaya. Untuk membangkitkan sektor ekonomi kerakyatan ini, DPRD setempat sudah menyiapkan regulasi.

Regulasi yang disiapkan yakni membuat peraturan daerah (Perda) pemberian kredit lunak kepada pelaku UMKM. Perda tersebut disahkan tahun lalu, dan di 2021 ini tinggal diimplementasikan. Hal ini karena selama ini sektor UMKM menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi.

Bahkan, saat Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di DPRD sekaligus dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, UMKM juga menjadi prioritas.

“Saya titip ke Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang baru, sektor UMKM menjadi prioritas. Pasalnya, tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik masih di atas rata-rata. Padahal, memberi kontribusi 5,38 persen PDRB secara nasional,” ujarnya, Sabtu (6/3/2021).

Terkait dengan percepatan ekonomi di sektor UMKM, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir siap menyinergikan dengan bupati serta wabup yang baru. Apalagi dalam program nawa karsa yang masuk dalam visi dan misinya ada program kebangkitan ekonomi.

“Kami siap menyinergikan perda UMKM yang sudah disahkan dengan program nawa karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang baru,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan. Politisi asal PDIP itu menyatakan, untuk mempercepat serta membangkitkan lagi UMKM, dirinya sudah mengusulkan supaya perda yang telah disahkan itu diperinci lagi.

Sehingga, pelaku UMKM tidak hanya diberi bantuan modal, tapi juga pelatihan maupun cara membranding produknya. “Jangan hanya bantuan modal saja. Tapi bagaimana pelaku UMKM bisa eksis. Salah satu caranya diberi pelatihan serta brand produknya bisa menembus pasar,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, perubahan tidak lantas melupakan apa yang telah dilakukan sebelumnya. Dirinya, berterima kasih kepada mantan Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup M.Qosim.

“Izinkan kami meneruskan pembangunan Gresik lebih mandiri dengan program nawa karsa. Banyak pekerjaan rumah (PR) yang diselesaikan. Namun, ada juga lima program kami yang menjadi skala prioritas. Dari lima prioritas itu ada dua masalah yang perlu segera diselesaikan. Yakni, kekeringan dan kebanjiran yang masuk kedalam 99 hari program kerja,” paparnya.

Dalam rapat paripurna tersebut, selain dihadiri 49 anggota dewan juga dihadiri sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik, antara lain Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Pj Sekda Pemkab Gresik Abimanyu Pontjo Atmodjo Iswinarno, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar