Ekbis

Bahas KEK, Wagub Emil: Kami Jaga Ritme untuk Akselerasi Ekonomi

Surabaya (beritajatim.com) – Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, ada beberapa hal penting yang bisa dikupas sebagai langkah persiapan untuk akselerasi ekonomi dan investasi dalam acara FGD Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Jawa Timur di Hotel Elmi Surabaya, Senin (13/9/2021).

“Sudah saatnya kita berpikir untuk mendorong lagi investasi yang selama ini pending, kita tidak boleh kehilangan momentum, jadi harus benar-benar cepat. Memang kondisinya belum sepenuhnya pulih, Covid-19 masih ada, tetapi Jatim sudah masuk level 2, bahkan di beberapa daerah sudah masuk level 1. Ini kalau bisa dipertahankan mudah-mudahan menjadi prasyarat terbaik untuk ekonomi kita bisa pulih,” kata Emil.

Mantan orang nomor satu di Trenggalek ini juga menegaskan bahwa formula terbaik untuk mempercepat pemulihan ekonomi, hanya dengan mengendalikan dan menekan laju penyebaran Covid-19.

Wagub muda ini pun optimistis dengan langkah persiapan dan apabila bisa mengatur ritme yang baik ditengah pandemi, KEK ini akan mengakselerasi ekonomi dan investasi di Jatim. Tentunya, dengan prasyarat kehati-hatian karena Covid-19 belum sepenuhnya hilang.

“Memang kita tidak serta merta diam di tempat, tetapi kita menyesuaikan ritmenya, ibaratkan RPM di odometer itu kita atur, kita mengatur kehati-hatian jangan langsung gaspol, karena itu adalah istilah yang tidak tepat. Tidak ada istilah gaspol dalam kebijakan ekonomi kita, tetapi istilah akselerasi atau menginjak gasnya dengan penuh kehati-hatian,” lanjutnya.

Lebih lanjut doktor ekonomi pembangunan ini berharap bahwa KEK Singasari dan KEK JIIPE ini bisa menjadi destinasi investasi ditengah persaingan dengan negara lain.

“Saya harapkan KEK Singasari dan KEK JIIPE ini membangun itu jejaring investor dan daya saing investasi, karena kita ini sama bersaingnya dengan negara lain untuk menjadi destinasi investasi,” ungkap Emil

Seperti diketahui bahwa di Jawa Timur ada dua kawasan ekonomi khusus yaitu KEK Singasari di wilayah Kabupaten Malang dan KEK JIIPE di Kabupaten Gresik.

“Jadi ada dua KEK di Jawa Timur, yang pertama adalah first KEK digital yaitu Singasari, sedangkan kita tahu juga di KEK JIIPE ini akan berurusan dengan salah satu proyek strategis nasional, dan memang progresnya sudah sangat advance. Kita mendorong industri yang capital intensive yang menjadi harapan kita untuk bisa berkompetisi di lanscape persaingan global saat ini,” ujar Emil.

Ia juga berharap KEK nantinya juga dapat menarik penanaman modal asing atau investor strategis dari luar negeri. “Harapan kita KEK akan menarik PMA strategis dari luar negeri. Jadi, kata kuncinya seperti yang saya bicarakan adalah “wayahe marketing, marketing kenceng-kencengan,” imbuh Emil

Suami Arumi Bachsin ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan upaya untuk menciptakan lapangan kerja dan daya saing ekonomi di Jawa Timur

“Jadi, kehadiran kami di sini adalah untuk mengucapkan banyak terima kasih kepada semuanya, yang telah bekerja keras untuk mensukseskan upaya kita menciptakan lapangan kerja dan daya saing ekonomi, karena harapan kita KEK ini akan mempunyai efek untuk yang lain,” pungkas Emil. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar