Iklan Banner Sukun
Ekbis

Bagian Perekonomian Setdakab Jombang Salurkan BLT DBHCHT

Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat memberikan sambutan acara penyerahan BLT DBHCHT di pendapa Kecamatan Ploso

Jombang (beritajatim.com) – Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Jombang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penerima BLT buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok. Bantuan tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2021.

Adalah Bupati Jombang Mundjidah Wahab yang menyerahkan BLT secara simbolis tersebut di pendapa Kecamatan Ploso, Senin (6/12/2021). Dalam kesempatan itu, bupati didampingi Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Al Farizi, Ketua Komisi B DPRD Sunardi, Staf Ahli Fahruddin Widodo yang juga plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang, Kepala Bagian Perekonomian Aminatur Rokhiyah, serta Camat Ploso Tridoyo.

Bupati Jombang dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyaluran BLT dari DBHCHT tahap I (bulan September-Oktober) dan tahap 2 (November-Desember) ini diserahkan kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Kecamatan Ploso.

“Penyaluran BLT kepada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok merupakan salah satu program pembinaan lingkungan sosial dalam rangka pemulihan perekonomian di daerah yang tujuannya untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat. Utamanya memberikan rasa keadilan dan meningkatkan kesejahteraan bagi penerimanya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di wilayah Utara Sungai Brantas,” tutur Bupati Mundjidah.

Penyerahan BLT-DBHCHT juga dihadiri Asisten Pemerintahan, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang dan Kepala OPD terkait, Camat Ploso dan Jajaran Forkopimcam Kecamatan Ploso, Petugas Penyalur Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Bank Jombang, serta para penerima BLT buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok.

Dalam program tersebut, Bagian Perekonomian Setdakab Jombang telah bekerjasama dengan OPD/lembaga/instansi terkait dalam hal verifikasi dan validasi data penerima. Untuk data buruh tani tembakau, Bagian Perekonomian berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), desa dan kecamatan.

Sedangkan untuk data buruh pabrik rokok, berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan seluruh perusahaan rokok legal di Kabupaten Jombang. Baik itu perusahaan rokok besar maupun perusahaan rokok skala Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Industri Kecil Menengah (IKM).

Nah, data yang telah diverifikasi dan validasi oleh tim, menetapkan 7.894 penerima BLT DBHCHT tahun anggaran 2021. Dari jumlah itu, terbagi untuk 4.449 buruh tani tembakau yang tersebar di 37 desa di lima kecamatan Utara Brantas.

“Sedangkan untuk buruh pabrik yang menerima BLT DBHCHT sebanyak 3.445 orang. Mereka adalah buruh yang terdaftar di delapan perusahaan rokok. Setiap buruh tani tembakau dan pabrik rokok mendapatkan BLT sejumlah Rp 300 ribu per bulan. Jadi yang diterimakan pada hari ini adalah Rp 300 ribu x 4 bulan, yaitu sebanyak 1,2 juta per orang,” tutur Bupati Jombang.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Jombang Aminatur Rokhiyah menambahkan, kegiatan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 206/PMK.07/2020 tentang penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau pasal 5 ayat (3) huruf a, ayat (5) huruf b, ayat (7) dan ayat (8) terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada buruh tani tembakau dan/atau buruh pabrik rokok.

Serta memperhatikan arah kebijakan pemetaan dan penganggaran APBD atas penggunaan DBHCHT berdasarkan Permendagri Nomor 70 tahun 2019, Permendagri nomor 90 tahun 2019 dan pemutakhirannya, Permendagri nomor 64 tahun 2020, serta Permendagri nomor 77 tahun 2020.

Pemberian BLT ini, kata Aminatur Rokhiyah, dapat meringankan beban hidup buruh tani tembakau dan pabrik rokok yang terdampak pandemi Covid-19. “Selain itu juga dapat meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau warga Ploso, yang akan bermuara pada meningkatnya daya beli masyarakat di era pandemi Covid-19. Sehingga roda perekonomian terus berputar dan membaik dalam rangka pemulihan perekonomian daerah,” pungkasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar