Ekbis

Bagaimana Industri Tembakau Hadapi Situasi Normal Baru?

Situasi gudang sortasi tembakau (foto: dokumentasi PT BIN Cigar)

Situasi gudang sortasi tembakau (foto: dokumentasi PT BIN Cigar)

 

Jember (beritajatim.com) – Industri tembakau menghadapi tantangan dalam situasi normal baru. Aktivitas di lahan (on farm) lebih sulit beradaptasi daripada di gudang (off farm).

Komisaris PT BIN Cigar Agusta Jaka Purwana mengatakan, kegiatan di gudang lebih mudah diatur. Tembakau yang sudah masuk ke gudang akan disortir sesuai kualitas, ukuran, dan warna daun. “Nanti ketika new normal diterapkan, kuantitas orang (pekerja) akan berkurang dengan adanya aturan jaga jarak,” katanya, Jumat (19/6/2020).

Jadwal kerja di gudang pengolahan juga akan berubah, karena jumlah pekerja di gudang berkurang. “Tahapan yang mestinya selesai satu minggu, molor menjadi dua minggu, misalnya,” kata Agusta. Kalau pekerja dipaksakan bekerja shift pada malam hari, maka konsekuensinya adalah pemberian upah lembur dan ini meningkatkan biaya operasional. Selain itu,ada pekerjaan pengolahan tembakau yang membutuhkan sinar matahari dan tidak bisa digantikan lampu.

Namun apapun konsekuensinya, Agusta menilai, tahap pekerjaan di gudang masih bisa disiasati. Ini berbeda dengan tahapan pekerjaan pengolahan di lahan. “Di lahan ada orang membajak, memacul, kami tidak bisa mengontrol (perilaku) orang. Yang mungkin kami kontrol adalah ketika akan masuk lahan mereka harus cuci tangan. Tapi ketika bekerja di lahan, pasti akan ada interaksi dengan sesama pekerja. Orang kerja mencangkul pakai masker kan ongkep (susah bernapas bebas),” katanya.

Kondisi kerja normal baru semakin susah, karena pekerja berstatus harian lepas. “Attitude pekerja masing-masing daerah berbeda,” kata Agusta.

Agusta memperkirakan, normal baru mengharuskan kenaikan biaya operasional 20-30 persen. “Sementara harga tembakau relatif tetap. Kalau pun naik, tidak drastis. Jika harga turun pun juga tidak drastis,” katanya.

Demi mengurangi biaya, menurut Agusta, bisa jadi akan ada tahapan sortasi daun tembakau yang dipangkas. “Tapi tetap tidak merusak kualitas. Jadi tahapan yang bisa di-by pass bisa langsung diloncati,” kata Agusta. Koperasi Tarutama Nusantara (TTN) yang memasok tembakau untuk produksi cerutu di PT BIN Cigar sendiri baru akan membudidayakan tanaman pada Juli-Agustus 2020. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar