Ekbis

Awas, Ternak Banyuwangi Berpotensi Terserang Penyakit Ini

Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner melakukan antisipasi penyakit menular pada hewan ternak. Petugas mendatangi kediaman warga yang memiliki ternak sapi di penjuru Banyuwangi.

Kali ini, petugas kesehatan hewan melakukan antisipasi penyakit sapi di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Sebanyak 73 sapi milik warga diperiksa untuk mendeteksi dini adanya penyakit.

“Ini kegiatan pelayanan kesehatan hewan terpadu, ada kegiatan kita mengatasi penyakit hewan menular. Ini kita lakukan di tujuh kecamatan ada 30 titik yang kita laksanakan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Nanang Sugiharto, Selasa (16/6/2020).

Menurut Nanang, berbagai macam jenis penyakit hewan yang dapat menyerang ternak sapi warga. Termasuk, yang paling mengkhawatirkan adalah penyakit cacing pada sapi. “Banyuwangi ini kan pintu masuk lalu lintas ternak dari wilayah timur ke Jawa. Jadi penyakit-penyakit timur itu cukup banyak ada antraks dan lain-lain,” katanya.

Sehingga, lanjut Nanang, perlu adanya perhatian bagi ternak agar kesehatan tetap terjaga. Salah satunya melakukan pengendalian penyakit secara berkala. “Kita antisipasi agar ternak sapi ini tetap sehat. Kalau Banyuwangi ini ternak sapi kebal semuanya, sehat semuanya, antisipasi penyakit juga tidak ada,”

“Kalau sapinya sakit langsung kita obati, kalau sehat kita buat sehat, karena kita disini kita kasih obat seperti obat cacing, vitamin dan mineral,” terangnya.

Nanang menyebut, ada berbagai faktor ternak sapi terserang penyakit. Mulai dari kualitas pakan lingkungan hingga daya tahan tubuh ternak. Selain sapi, pemeriksaan juga dilakukan pada 18 ekor kambing dan 4 ekor kuda.

“Banyak faktor, ada dari petugasnya juga, sumber daya juga, makanan juga kalau makanan kurang bagus produktifitas juga akan berpengaruh,” katanya.

Sementara itu, populasi sapi di Banyuwangi saat ini mencapai 140 ekor. Di antaranya, 90 ribu ekor sapi betina di dalamnya ada 75 ekor sapi betina produktif.

“Kita terus melakukan pendataan terhadap ternak sapi di Banyuwangi, sementara populasi sapi paling banyak berada di Kecamatan Kalipuro dan Wongsorejo,” ungkapnya.

Nanang menambahkan, penyakit hewan lain yang perlu diantisipasi adalah menyebarnya rabies pada anjing. Banyuwangi berpotensi terhadap serangan penyakit ini, karena beberapa warga di wilayah perkebunan dan pesisir masih banyak yang memelihara anjing.

Sementara itu, Arbain salah seorang peternak sapi mengaku cukup antusias dengan aksi petugas hewan tersebut. Kegiatan itu sangat diharapkan bagi kesehatan ternak mereka. “Kalau sapi kita sehat, kita kerja juga tenang. Karena ini satu-satunya harapan kita. Tadi dapat obat cacing, mineral dan salep untuk sapi yang luka,” katanya. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar