Ekbis

Awal Agustus, Harga Tembakau di Sampang Tembus Rp 80 Ribu Perkilo

ilustrasi lahan tembakau
ilustrasi lahan tembakau

Sampang (beritajatim.com) – Memasuki awal Agustus 2023, sejumlah petani di Kabupaten Sampang, yang menanam tembakau lebih awal sudah mulai melakukan panen tembakau.

Pantauan di beberapa kawasan lahan pertanian seperti di Desa Aeng Sareh, petani sudah mulai mengiris daun tembakau lalu dijemur. Bahkan, sebagian ada yang kering dan siap dijual ke gudang.

Informasi yang berhasil diperoleh melalui petani, harga tembakau saat ini mencapai Rp 80 ribu perkilogram. “Yang tanam tembakau lebih awal saat ini sudah mulai panen, tapi ada juga yang belum siap panen,” kata Mashudi, petani di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Jumat (4/8/2023).

Pria yang akrab disapa Hudi ini menjelaskan, harga tembakau Rp 80 ribu perkilogram ini, yakni tembakau yang sudah siap diproses oleh pabrik. “Setelah diiris lalu dijemur, oleh petani kemudian dikamas atau dibungkus dengan tikar, setiap bungkusan tikar itu bisanya mencapai berat 40 Kg sampai 50 Kg,” imbuhnya.

Lanjut Hudi, maka dengan berat perbungkus tembakau yang dikemas dengan tikar 50 Kg, harga tembakau saat ini setiap petani bisa mengantongi uang Rp 4 juta perkemasan. “Kemasan tikar tembakau itu biasa kita sebut dengan istilah bal, jadi saat ini perbal rata-rata Rp 4 juta,” imbuhnya.

Terpisah, menurut H. Samsul petani tembakau lainya mengatakan, harga tembakau Rp 80 ribu perkilogram ini tidak paten, bisa naik bahkan turun. Biasanya, petani yang panen lebih awal paling diuntungkan. “Harga tembakau di tingkat petani ini tidak bisa diprediksi, kadang naik kadang turun tapi kami selaku petani berharap harga tembakau musim tahun ini bisa tinggi,” harapnya.[sar/kun]

BACA JUGA: Perahu Nelayan Sampang Karam Dihantam Ombak


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar