Iklan Banner Sukun
Ekbis

Arus Imigrasi Meningkat Di Australia, Crown Group Siapkan Hunian Baru

Surabaya (beritajatim.com) – Business Council of Australia (BCA) memprediksi arus migrasi akan cukup tinggi selama dua tahun ke depan. Imigran diyakini mampu membantu pemulihan ekonomi Australia.

“Migrasi turun selama pandemi dan saat ini dibatasi pada 160.000 jiwa. Business Council of Australia ingin meningkatkan Batasan tersebut menjadi 220.000 jiwa pada tahun 2022-23 dan 2024, dan kemudian kembal lagi ke 190.000 jiwa,” beber Iwan Sunito, pengusaha properti bernama Crown Group di Australia, Selasa (21/6/2022).

Dampak penutupan perbatasan internasional terkait pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan jumlah migrasi selama enam kuartal secara berturut-turut. Pertumbuhan penduduk selama 12 bulan terakhir sepenuhnya disebabkan oleh peningkatan alami (penambahan 136.200 jiwa), sementara migrasi dari luar negeri negatif (berkurang 67.300 jiwa) selama periode tersebut.


“Hal ini juga berdampak pada jumlah tenaga kerja di Australia”

“Oleh karena itu, pemerintah Australia telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran jumlah waktu kerja bagi mahasiswa asing yang sebelumnya dibatasi hanya 20 jam seminggu,” paparnya.

Langkah ini akan berlaku segera untuk semua siswa saat ini sudah berada di Australia ataupun yang baru akan tiba, termasuk mereka yang baru mengajukan izin kerja siswa baru. Para pelajar tesebut bahkan dapat bekerja sebelum program studi mereka dimulai. Mereka juga akan dapat bekerja lebih dari 40 jam setiap dua minggu di sektor ekonomi mana pun.

Berdasarkan Biro Statistik Australia, pada akhir Juni 2019, 88.740 orang kelahiran Indonesia tinggal di Australia, 29,4% lebih banyak dari jumlah (68.570) pada 30 Juni 2009. Ini adalah salah satu komunitas migran terbesar di Australia, setara dengan 1,2% komunitas migran Australia dan 0,3% dari total populasi Australia.

“Sementara jumlah mahasiswa Indonesia di Australia yang tercatat per tanggal 28 Juni 2021 yakni sebanyak 12.645 mahasiswa. Ini menempatkan Indonesia di peringkat 6 jumlah mahasiswa asing terbanyak di Australia setelah Tiongkok, India, Nepal, Vietnam dan Malaysia,” jelas Iwan.

Dibukanya kembali jalur imigrasi pun menjadi peluang bagi Crown Group yang membangun hunian dengan konsep lingkungan. Salah satunya ONE Global Capital, sebuah holdings baru yang akan berfokus kepada Ritel, Pembangunan Hunian, Hotel dan Convention yang akan diluncurkan tahun ini.

“Kami saat ini sedang dalam tahap finalisasi sebelum kami perkenalkan kepada publik. Keberadaan ONE Global Capital sangat dibutuhkan untuk kegiatan ekspansi usaha ke sektor-sektor yang saat ini belum tersentuh” jelas Iwan Sunito.

ONE Global Capital akan membangun proyek hunian perdananya di kawasan Chatswood, Sydney. Sedangkan proyek Crown Group lainnya yakni SKYE Suites mengalami lonjakan yang signifikan

“Rataan keterisian kamar hotel kami di 3 lokasi mencapai di atas 80%,” akunya.

SKYE Suites juga menuai kesuksesan yang luar biasa dengan terpilihanya kami sebagai official partner dari AfterPay Australian Fashion Week selama 3 tahun.

“Ditambah perpanjangan kerja sama dengan program TV reality show paling popular di Australia, Married at First Sight,” tutupnya.[rea]


Apa Reaksi Anda?

Komentar