Ekbis

Arba’i Sukses Garap Kerajinan Media Tanam dari Serabut Kelapa

Kediri (beritajatim.com) – Arba’i, warga Dusun Senowo, Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri mengubah menjadi media tanam bunga hias yang unik dan menarik. Barang kerajinan tersebut terbuat dari serabut kelapa.

Awalnya, Arba’i menekuni tanaman hias selama dua tahun. Kemudian kini berinovasi model Kokedama yang lebih murah dan efisien. Kerajinan model media tanam ini memang belum familiar di kalangan masyarakat. Kokedama berasal dari kata Jepang yaitu ‘koke’ yang artinya lumut dan ‘dama’ yang artinya bola. Media tanam berbentuk bola dari bulatan lumut hijau. Sehingga nampak bulat hijau indah disekelilingnya.

Arbai mengatakan bahan dasarnya kalau dari negeri asalnya berupa lumut, namun di Indonesia disesuaikan dengan potensi lokal berupa cocopeat atau serabut kelapa yang dihancurkan. Cara budidaya anggrek kokedama berbeda dengan yang menggunakan pot konvensional.

“Kalau konvensional itu di pot, atau di pakis balok. Tetapi kalau Kokedama tetap menggunakan media arang juga, tapi dilapisi dengan cocopeat,” katanya.

Arbai menjelaskan cara penanaman anggrek kokedama, mula-mula bagian akar ditali dengan arang kayu menggunakan tali. Kemudian ditutup dengan cocopeat dan dibentuk bulatan bola. Kemudian bagian luarnya dilapisi dengan serabut kasar kulit.

Dia juga mengungkapkan keuntungan bertanam dengan kokedama yaitu lebih praktis dalam pembuatannya, lebih mudah perawatannya, serta terlihat lebih indah. Apabila dijual belikan secara online, pengiriman lebih mudah karena bentuk bulatnya lebih praktis.

“Keuntungan lainnya biaya pembuatan relatif murah, karena kita menggunakan limbah serabut kelapa”, lanjutnya. Selain itu juga lebih mudah mengetahui kapan saatnya tanaman disiram yaitu ditunjukkan dengan ciri kokedama apabila diangkat terasa ringan. Cara penyiramannya cukup mudah, cukup dicelup ke dalam air sekitar 10 detik sampai air membasahi seluruh permukaan kokedama.

Ia juga menjelaskan untuk harga cocopeat di pasaran satu karung dengan berat kisaran 40 kg harganya Rp 25 ribu dan bisa digunakan untuk 20-30 cocopit. Dan untuk serabut kasarnya juga didapat dengan harga murah, satu kantong plastik seharga Rp 5 ribu bisa untuk 20 Kokodema.

Untuk media anggrek ini baru diujicoba sekitar satu setengah tahun lebih dan perkembangannya sudah cukup bagus, ia mengungkapkan masih menunggu berbunga. Untuk pemasaran kokedama sudah dikirim ke berbagai kota antara lain Jakarta, Surabaya, Sidoarjo, Ngawi, Jember dan bahkan sampai ke Papua.

“Selain bunga anggrek, Kokodema juga bisa dibuat media tanam bunga yang lainnya seperti kaktus dan sansivera dan hasilnya sama dengan yang dibudidayakan secara konvensional. Hanya saja yang membedakan media tanam dan perawatannya lebih mudah, kemudian tampilannya akan lebih menarik”, pungkasnya. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar