Ekbis

APPRI Bantah Kirim Surat Komplain ke YouTube

Foto: ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com)– Asosiasi Penyalur dan Pengusaha Rekaman Indonesia (APPRI) memastikan tidak pernah mengirimkan surat komplain kepada YouTube. APPRI memastikan jika ada surat komplain, itu diluar koordinasi APPRI secara kelembagaan.

”Saya pasti tahu kalau ada komplain atas nama APRI. Kami di APPRI secara kelembagaan tidak pernah mengajukan surat komplain ke YouTube ataupun ke perusahaan agregator. Itu urusan perusahaan label (milik anggota APPRI) masing-masing,” kata Ketua Bidang Royalti APPRI Ahmad Widi saat ditemui di Pasuruan, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya, beredar informasi bahwa Abdul Ghoffar, pemilik label Manfaat Record di Lumajang yang juga Ketua Umum APPRI dan menejemen Menara Record mengajukan surat komplain ke YouTube terkait perusahaan aggregator PT YesMusik Eradigital Sejati. Menurut Widi, itu merupakan sikap pribadi Ghoffar dan Menara Record bukan sikap resmi APPRI sebagai kelembagaan. Karena, APPRI tidak pernah secara khusus membuat surat complain yang ditujukan kepada YouTube terkait perusahaan aggregator konten.

Sementara itu, Ghoffar yang dihubungi media enggan melayani wawancara langsung dengan wartawan.

Asmuni Abdu, mantan Ketua Umum APPRI yang kini menjadi Ketua Umum Lembaga Menejemen Kolektif (LMK), mengaku baru tahu ada surat komplain Ghoffar dan Menara Record yang disebut-sebut mengatasnamakan APPRI, ke YouTube. Menurut dia, belum ada rapat resmi di APPRI membahas soal komplain tidak terbayarnya royalti dari YouTube.

Sementara itu, Riccardo Mazzoni, CEO MusicYES (PT Yesmusik Eradigital Sejati) menyatakan akan melaporkan Ghoffar Record dengan laporan dugaan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Karena laporan Ghoffar ke YouTube tidak berdasar dan fitnah.

“Saudara Ghoffar harus menjelaskan atas dasar apa dia membuat complain yang mengatasnamakan ribuan perusahaan label di Jawa Timur dan menggunakan organisasi APPRI,” ujarnya.

Dia mengaku banyak sekali komplain hak cipta yang diterima MusicYes terkait konten musik milik perusahaan Ghoffar dan Menara Record. Oleh karena itu, perusahaan aggregator konten ini memutus kerjasamanya dengan Ghoffar dan Menara Record. “ Konten-konten meraka sangat beresiko mengganggu sistem YouTube saya,” katanya.

Menurut dia, perusahaan label yang tidak memiliki masalah dengan kontennya telah dibayarkan royaltinya secara rutin tanpa kurang sedikitpun. “ MusicYes memiliki bukti pembayaran hak royalty yang dikirimkan ke perusahaan label pemilik konten,” ujarnya.





Apa Reaksi Anda?

Komentar