Ekbis

Angka Pembelian Tembakau Diprediksi Menurun

Transaksi pembelian tembakau Pamekasan di salah satu gudang di Pamekasan, 2019 lalu.

Pamekasan (beritajatim.com) – Angka pembelian tembakau Madura di kabupaten Pamekasan, diprediksi menurun atau jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana saat ini diprediksi hanya akan menyerah sekitar 40 persen.

Terlebih efek pandemi Covid-19 juga mengakibatkan sejumlah perwakilan pabrikan mengurungkan niat untuk membeli tembakau petani. Apalagi hanya terdapat satu pabrikan yang mengonfirmasi melakukan pembelian tembakau pada tahun ini, itupun bersifat kemitraan.

“Jadi sampai saat ini masih ada satu pabrikan yang mengkonformasi akan melakukan pembelian tembakau petani, itupun bersifat kemitraan. Dalam artian tembakau yang akan dibeli merupakan tembakau milik petani binaan atau kemitraan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Achmad Sjaifuddin, Senin (15/6/2020).

Disinggung soal nama pabrikan yang mengonfirmasi akan membeli tembakau petani, pihaknya menyampaikan pabrikan tersebut yaitu PT Sadhana Arif Nusa atau Pabrikan Mitra Sampoerna. “Mereka mengonfirmasikan akan membeli tembakau sekitar 200 ton dan merupakan tembakau yang bersifat kemitraan,” ungkapnya.

“Jadi prediksi pabrikan yang akan melakukan pembelian tembakau tahun ini menurun hingga 40 persen, seperti PT Sadhana Arif Nusa yang sebelumnya (2019) membutuhkan sebanyak 1.500 ton, namun pada tahun ini hanya sekitar 200 ton,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya juga mengaku belum membahas seputar kebutuhan pokok tembakau atau Break Event Point (BEP) 2020. “Rencananya pekan ini atau paling lambat pekan depan kami akan mengumpulkan para stakeholders untuk membahas BEP tembakau tahun ini,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar