Iklan Banner Sukun
Ekbis

Anggota DPR Mufti Anam Gelar Pasar Murah Minyak Goreng Rp 9.000/Liter

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menggelar pasar murah minyak goreng kemasan premium di harga Rp 9.000 per liter. Mufti menyediakan 20.400 liter di pasar murah yang digelar di lima titik di Pasuruan, yaitu Kecamatan Puspo, Tosari, Prigen, Lumbang, dan Tutur.

Mufti Anam mengatakan, minyak goreng saat ini harganya masih tinggi di pasaran. Ada daerah yang masih Rp 18.000 per liter, Rp 19.000 per liter, bahkan sebagian Rp 20.000 per liter. Stoknya juga sering habis. Ada pula oknum-oknum ritel yang menimbun, dan beberapa sudah ditindak polisi.

“Maka kami bergerak membantu masyarakat agar mendapatkan minyak goreng dengan mudah dan murah, mengingat minyak goreng ini penting sekali dalam kebutuhan rumah tangga dan produksi UMKM,” ujar Mufti melalui rilisnya yang diterima beritajatim.com, Rabu (16/2/2022).

Mufti mengatakan, lima titik dipilih di Pasuruan yang berada di perdesaan serta cukup jauh dari pusat kota. Di wilayah yang berada di kawasan dataran tinggi alias pegunungan itu, minyak goreng selama ini langka. Harganya bahkan Rp 20.000 per liter.

“Maka saya gerojok di harga Rp 9.000 per liter agar rakyat bisa menjangkaunya. Juga agar spekulan atau siapapun yang main-main dengan harga minyak ini kembali menjual dengan harga wajar yang ditetapkan pemerintah, yaitu 11.500 per liter untuk curah, Rp 13.500 per liter untuk kemasan sederhana, Rp 14.000 per liter untuk kemasan premium,” ujarnya.

Mufti memaparkan, pihaknya menggunakan dana pribadi untuk memberi subsidi harga minyak goreng sehingga bisa Rp 9.000 per liter dengan kemasan merek premium. “Ya ibaratnya jual rugilah, untuk masyarakat, gotong royong di masa sulit pandemi ini. Saya belinya jauh di atas Rp 9.000 per liter,” katanya.

Dalam pasar murah itu, warga kurang mampu mendapatkan kupon yang nantinya bisa dijadikan akses untuk mendapatkan minyak goreng murah.

Mufti menambahkan, aksinya menjual minyak goreng dengan harga jauh di bawah harga pasar, bahkan di bawah harga yang ditetapkan pemerintah sejatinya adalah ajakan untuk memberi subsidi kepada masyarakat miskin. Dia bercerita, telah berulang menyampaikan ide memberi subsidi minyak goreng ke masyarakat miskin dalam sejumlah rapat dengan Kementerian Perdagangan di DPR RI.

“Kalau sekarang ini kan semua bebas. Yang kaya atau yang miskin sama-sama beli minyak di harga kemarin itu Rp 14.000 per liter menurut pemerintah. Tapi kenyataannya kan barang nggak ada. Yang ada harganya Rp 18.000-20.000 per liter. Rakyat miskin jadi kesulitan beli,” ujarnya.

Sehingga, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, ke depan perlu diberikan skema subsidi minyak goreng bagi rakyat miskin, sebagaimana halnya subsidi pupuk atau elpiji. Langkah serupa juga dilakukan pemerintah Malaysia sehingga di sana harga minyak goreng Rp 8.500 per liter karena memang disubsidi.

“Jadi mestinya ke depan subsidi migor bisa untuk harga warga miskin. Kan pemerintah sudah punya basis data di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. By name by address. Tinggal dipakai untuk skema subsidinya. Ini juga bisa membantu UMKM makanan yang membutuhkan banyak minyak goreng,” jelas Mufti. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar