Ekbis

Amphuri Jatim Optimistis, Jamaah Bisa Naik Haji Tahun Ini

Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Timur, Bali dan Nusra menyatakan optimis penyelenggaraan haji dapat terlaksana tahun ini.

Hal ini diungkap oleh Ketua DPD Amphuri Jatim Bali dan Nusra, M Sufyan Arif, menyatakan, di tengah pandemi global Covid-19 ada secercah harapan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bisa terlaksana.

Sebab Pemerintah Arab Saudi kini sudah membuka kembali jam malam di sebagian kota.

“Sikap optimis pun ditunjukkan Amphuri sebagai sebuah organisasi yang menaungi penyelenggara ibadah haji khusus. Tentu ini sejalan dengan harapan para tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini,” ungkap M Sufyan dalam siaran pers, Rabu (29/4/2020).

M Sufyan optimis penyelenggraan haji tahun ini dapat diselenggarakan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, sebagaimana harapan dari seluruh calon jamaah haji tahun ini yang akan berangkat.

“Tentunya, penyelenggaraan haji akan disesuaikan dengan kondisi-kondisi protokol kesehatan penanganan Covid-19,” sambungnya.

Rasa optimis ini, ungkap Sufyan, didasari pada perkembangan terkini dalam penanganan Covid-19 di Saudi. Penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah Kerajaan Saudi selama ini sangat baik, sehingga perlahan mampu meminimalisir penyebaran Covid-19.

Selain itu, mulai hari ini, pihak Kerajaan Saudi juga telah mulai membuka kembali jam malam yang sebelumnya diberlakukan, selain di dua kota suci Mekkah dan Madinah. Meskipun, semua aktivitas masih tetap dalam pengawasan pihak berwenang dalam rangka pencegahan Covid-19.

Informasinya, jelas Sufyan yang berkomunikasi telekonfrence dengan Ketua Umum Amphuri, Joko Asmoro saat berada di Arab,  bahwa mulai hari ini, Pemerintah Saudi telah mengizinkan kembali beroperasinya toko, mall, dan kafe di sebagian kota.

“Alhamdulillah, ini menjadi pertanda baik,” ungkap Sufyan.

Sufyan memaparkan, sejak dua minggu lalu, Amphuri telah memberikan masukan-masukan kepada WHUC (World Hajj and Umrah Convention) dalam rangka melakukan survei yang selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Setidaknya ada 25 negara pengirim jamaah haji yang disurvei oleh WHUC, salah satunya adalah Indonesia, sebagai pengirim jamaah haji terbesar di dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Amphuri bertemu langsung dengan Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi untuk memperoleh masukan-masukan tentang program digitalisasi penyelenggaraan umrah yang telah dilaksanakan tahun ini.

“Amphuri di tengah kondisi pandemik Covid-19 saat ini,  tidak tinggal diam begitu saja. Selain turut membantu dan terus melayani anggota yang terdampak, AMPHURI juga tetap melakukan pembinaan kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan calon jamaah haji, terlebih bagi calon jamaah haji khusus dengan mengadakan program Manasik Haji secara online,” tandasnya.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar