Ekbis

Alvin Lie Kritik Ambisi Daerah Bangun Bandara Internasional

Jember (beritajatim.com) – Alvin Lie, pengamat penerbangan dan anggota Komisi Ombudsman RI, mengkritik ambisi pemerintah daerah yang berlomba-lomba membangun bandara dan bandara internasional, tanpa memperhitungkan aspek bisnis maupun dampak secara nasional.

“Sekarang kan setiap kabupaten ingin punya bandara sendiri, tanpa memperhirungkan aspek komersialnya. Setelah bandara jadi, mau dibuat apa, siapa mau terbang ke sana? Pemerintah memang menghitung dari aspek safety. Tapi aspek marketing, masing-masing (daerah) jualan sendiri-sendiri,” kata Alvin kepada beritajatim.com, via ponsel, Sabtu (19/1/2019).

Menurut Alvin, pembangunan bandara sebagai ambisi politik kepala daerah seharusnya diimbangi dengan realitas bisnis.

“Jangan maunya semua bikin bandara, lalu semua maunya internasional. Internasionalnya cuma ke Singapura dan Kuala Lumpur. Itu secara politis juga melemahkan Indonesia,” katanya.

Jika bandara di daerah membuka rute penerbangan dari dan menuju Malaysia dan Singapura, menurut Alvin, itu sama mengukuhkan dua negara itu sebagai gerbang menuju Indonesia.

“Dari sana mau terbang ke mana pun bisa. Akhirnya di-by pass, orang tak perlu lagi ke Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Tembak langsuing dari Singapura. Kalau dulu kan dari Singapura harus ke Surabaya atau Jakarta dulu. penerbangan domestiknya kan pakai maskapai nasional,” katanya.

Hal ini yang disesalkan Alvin. “Itu yang banyak tidak disadari. Cuma mengejar ambisi politik. Gagah. Dampaknya apa, tidak dihitung. Saya sih tidak setuju semua bikin bandara inetrnasional. Kerjasamalah lintas kabuipaten. Satu bandara melayani tiga empat kabupaten. Jangan setiap kabupaten bikin bandara dulu,” kata Alvin.

Apalagi, saat ini bisnis penerbangan di Indonesia sedang lesu. Ada pengurangan frekuensi penerbangan rute di beberapa daerah. Sedikit-banyak hal ini mempengaruhi operasional bandara di masing-masing daerah yang terimbas lesunya bisnis penerbangan ini.

Lantas bagaimana dengan bandara yang sudah terlanjur dibangun? “Ya harus konsekuen. Walau berdarah-darah, harus dihidupi. Biaya operasional bandara tidak murah. Angkasa Pura II (sebagai pengelola bandara) kalau rugi terus tidak mau juga. Mereka berusaha mengelola dengan baik. Tapi kalau tidak ada yang terbang, mereka rugi,” kata Alvin. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar