Ekbis

Perekonomian Migas

Akhir Tahun 2019, Surveyor Indonesia Yakin Capai Target Rp 1,4 T

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Dian M. Noer (tengah) saat menggelsr diskusi dalam Media Gathering Surveyor Indonesia di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Akhir tahun 2019 ini menjadi ladang target PT Surveyor Indonesia (Persero) untuk bisa meraih pendapatan melebihi Rp1,4 triliun sampai akhir tahun. Hal ini sejalan dengan beberapa potensi di sejumlah sektor strategi seperti migas dan mineral batu bara hingga infrastruktur.

Direktur Utama Surveyor Indonesia (SI), Dian M. Noer mengatakan target sesuai RKAP perusahaan pada tahun ini adalah Rp1,3 triliun, dan hingga Agustus 2019 baru terealisasi Rp 842 miliar, dengan perolehan laba sebelum pajak Rp130 miliar.

“Memang sampai Agustus baru terlihat Rp800 miliaran, tapi kalau dilihat dari potensi pendapatan sampai kuartal 4 ini, insya Allah ada peningkatan drastis hingga melampaui target karena pola pendapatannya kan multi year, jadi masih ada pembayaran-pembayaran dari proyek-proyek yang sedang berlangsung,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dari kinerja sepanjang tahun ini, kontribusi terbesar adalah disokong sektor migas 39%, disusul infrastruktur 13%, serta mineral dan batu bara 25%. Namun begitu, sejumlah proyek infrastruktur di daerah salah satunya Jawa Timur juga dinilai menjadi potensi besar bagi perseroan.

Saat ini SI berperan dalam pelaksanaan pembangunan proyek startegis nasional seperti pembangunan Palapa Ring, infrastruktur LRT Jabodebek, implemtasi mandator B20, serta program pembangkit listrik 35.000 MW. Dalam proyek-proyek itu, perseroan menjalankan fungsi untuk melakukan testing, inspeksi dan sertifikasi.

Bahkan pengembangan usaha tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Saat ini SI juga tengah menjajaki kerja sama dengan BUMN Vietnam untuk melakukan proyek inspeksi bahan baku untuk semen melalui Semen Indonesia di Vietnam.

“Dengan Vietnam ini masih negosiasi, karena seperti Gojek mau masuk Vietnam saja perlu waktu. Melalui Vietnam, harapannya ke depan kita ini dikenal di regional Asean,” imbuhnya.

Untuk memperkuat layanan, SI jugamengembangkan aplikasi IT dalam rangka otomasi produk jasa, di antaranya Data Master Online (DMO) untuk pekerjaan survey, sistem informasi verifikasi bahan bakar nabati, serta Mobile Apps Lab Pelumas. Sedangkan untuk fungsi pendukungnya Surveyor Indonesia melakukan pengembangan e-Office dan Human Resources Information Services (HRIS).

“Kami telah melangkah dalam bisnis digital sebagai upaya tranformasi korporasi dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, serta bisa memenuhi kebutuhan bisnis dan pelanggan melalui layanan digital,” imbuhnya. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar