Ekbis

Agustusan, Puluhan Pedagang Bendera Musiman Asal Bandung Geruduk Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Memasuki bulan Agustus, pedagang bendera musiman banyak bermunculan di Kota Mojokerto. Pedagang musiman ini tak hanya warga asli Mojokerto. puluhan pedagang dari Bandung juga ramai-ramai datang ke Mojokerto untuk menjajakan dagangannya.

Mereka menjual dagangannya di pinggir jalan, tepatnya di Jl. Jayanegara, Jetis, Banjaragung, Kecamatan Puri, Mojokerto. Riki, salah satu pedagang dari Bandung, mengaku sudah lima kali ini berjualan di Mojokerto bersama kawan-kawannya.

“Ya banyak yang ikut jualan di Mojokerto, puluhan lah. Kami kesini ya emang karena disini masih belum banyak yang jual bendera seperti ini, minat warga disini juga bagus setiap tahunnya,” ungkap warga asli Bandung ini kepada beritajatim.com.

Ia dan teman lainnya, di Mojokerto tinggal di salah satu rumah kos di dekat SAMSAT Mojokerto. Tempat jualan Riki dan teman-temannya, juga terpisah. Ada yang sampai masuk daerah yang jauh dari pusat Kota Mojokerto. Sampai saat ini, Riki tak menemui hambatan berarti dalam berjualan bendera.

Hanya saja, perbedaan bahasa yang terkadang memunculkan salah faham antara dirinya dan pembeli. Walaupun harga Bendera saat ini naik, Riki tak khawatir akan merugi. Ia percaya antusias warga Mojokerto untuk membeli bendera 17 Agustusan masih baik.

Riki yang kesehariannya bekerja pabrik ini menjelaskan, bendera yang jual dibawa langsung dari Bandung dikirim menggunakan POS. “Semua bendera dibawa dari Bandung, langsung dari pabriknya. Kalo disini, saya rasa belum ada pabrik seperti itu” jelasnya.

Saat ditanya mengenai penghasilan dan peluangnya dalam bersaing dengan pedagang lokal, Riki hanya menjawab, ia dan puluhan teman lainnya membawa bendera yang merupakan produk asli Bandung yang dinilai lebih unggul dari daerah lain. Sedangkan masalah persaingan, ia percaya bahwa rejeki tidak akan tertukar. Maka ia tetap optimis berjualan bendera di Mojokerto. [lis/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar