Ekbis

Agro Solution Kurangi Ketergantungan Petani Terhadap Pupuk Bersubsidi

Jember (beritajatim.com) – Direktur PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman resmi mencanangkan program Agro Solution, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (5/11/2020). Program ini meliputi seluruh produsen pupuk yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup.

Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan, serta melibatkan rantai pasok. Total program yang telah terealisasi pada 2020 mencapai 2.314 hektar yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari wilayah Bireun di Aceh, Subang, Purwakarta, Jember, Madiun, Banyuwangi, hingga Dompu di Nusa Tenggara Barat.

Menurut Bakir, tujuan dari Agro Solution adalah membantu peningkatan produktivitas pertanian. “Bila produktivitas meningkat dan kemudian dapat dipasarkan dengan harga yang bagus, maka pendapatan petani juga akan meningkat dan pada akhirnya kesejahteraan petani juga akan semakin baik,” katanya.

Penerapan Agro Solution memanfaatkan pupuk non subsidi.  Bakir berharap, program ini pun dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk subsidi. “Dengan demikian, juga mengurangi beban subsidi Pemerintah,” lanjutnya.

Dalam program Agro Solution ini, para petani dikoordinasi dan diberikan supervisi maupun bimbingan teknis agar bisa budidaya pertanian dengan tepat. Selain itu, program ini membantu memberikan akses terhadap permodalan, baik lewat bank ataupun lembaga lainnya. Perusahaan juga membantu menyediakan agro input yang berkualitas seperti pupuk, benih dan pestisida.

Lewat program ini pula, Pupuk Indonesia Grup mendorong optimalisasi pemanfaatan mekanisasi dan digitalisasi pertanian. Bakir menyatakan, pihaknya berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah. “Yang terpenting adalah membantu petani memperoleh akses terhadap offtaker atau pembeli hasil panen. Selain itu, petani juga mendapat akses terhadap asuransi bila terjadi gagal panen,” katanya.

Pupuk Indonesia mencanangkan untuk menjalankan Program Agro Solution ini secara nasional, dan akan dilaksanakan oleh para produsen pupuk di Pupuk Indonesia Grup. “Target kami, di tahun 2021, program ini bisa banyak menjangkau lahan pertanian di Indonesia,” tegas Bakir.[wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar