Ekbis

Agar Bertahan di Tengah Pandemi, Ini Siasat Perajin Tahu Kediri

Home Industri Pembuatan tahu di Kabupaten Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang berproduksi membuat tahu harus bertahan di kondisi pandemi saat ini. Selain itu, harga bahan baku yang cukup tinggi juga harus memaksa memangkas biaya produksi agar tetap bisa menyuplai hasil ke sejumlah masyarakat yang sudah menjadi pelanggan tetap.

Home industri ini ada di Desa Sendang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Usaha ini masih eksis bertahan meskipun di tengah pandemi Covid-19, agar tak membuat konsumen yang sudah langganan tetap menjadi kecewa.

Usaha yang keseluruhan produksinya dilakukan secara manual ini menggunakan bahan utama yakni kedelai. Selain dihadapkan dengan musim pandemi yang membuat daya beli masyarakat cenderung menurun, saat ini harga kedelai dinilai produsen juga tinggi yang mencapai Rp 10 ribu rupiah perkilogramnya akibat kurs dollar yang terus menguat.

Untuk menyiasati hal tersebut, produsen tahu harus memutar otak terutama mengurangi beban biaya produksi. Karena jika harus menaikkan harga jual tahu, ketakutan yang dirasakan, konsumen menjadi enggan membeli.

“Alternatif terbaik saat ini yang bisa dengan mengurangi jumlah produksi agar tak merugi,” kata Siti Muhimatul Ainiyah, pemilik usaha.

Sebelum pandemi ia dengan dibantu karyawannya setiap hari mampu melakukan pembuatan tahu 4 kali masak dengan jumlah hasil setiap kali masak mencapai 220 buah tahu. Namun kini ia perharinya hanya melakukan produksi 1 kali nasak.

Dia berharap agar kondisi pandemi seperti saat ini segera berakhir dengan mendukung sejumlah program pemerintah pusat maupun daerah untuk menormalkan kembali perekonomian dengan gerakan patuh protokol kesehatan serta program vaksinasi. [nm/ted].


Apa Reaksi Anda?

Komentar