Ekbis

A3UI Siap Wadahi Agen Asuransi Umum

Surabaya (beritajatim.com) – Industri asuransi sangat besar peranannya dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Selain itu industri Asuransi juga memiliki peran dalam mendukung masyarakat dalam memanage risiko yang dihadapinya sehari-hari, khususnya pada saat mereka memulai dan menjalankan kegiatan usahanya.

Namun minat masyarakat untuk berasuransi masih tergolong rendah. Disisi lain tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi masih tidak efektif. Potensi besar bagi perusahaan asuransi umum untuk meningkatkan penetrasi pasar.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksi industri asuransi umum akan mencatatkan pertumbuhan gemilang di tahun 2019. Diperkirakan industri ini bisa meraih pertumbuhan premi minimal di angka 10%.

Melihat potensi dan peluang itulah, hari ini Deklarasi Perkumpulan Ahli Agen Asuransi Umum Indonesia (A3UI). Visi-nya menjadi wadah profesi bermartabat dan berkemajuan. Misinya meningkatkan dan berkontribusi konkrit dalam industri asuransi umum nasional.

Baidi Montana Ketua Umum A3UI mengatakan, yang melatarbelakangi adanya perkumpulan ini adalah memberikan wadah pelaku agen asuransi kerugian umum di Indonesia yang selama ini belum ada wadahnya. “Perkumpulan ini diharapkan mampu mendukung penetrasi dalam rangka meningkatkan kualitas maupun kuantitas salahsatu sektor pelaku asuransi, khususnya agen asuransi kerugian umum di Indonesia,” katanya.

Sementara Dadang Sukresna, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, mengaku tujuana meningkatnya kualitas dan kuantitas diharapkan akan menunjang pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Dari data AAUI agen asuransi umum sekitar 38 ribu agen yang sudah tersertifikasi.

“Target pertama kita adalah 20% menjadi anggota A3UI dari 38 ribu agen asuransi umum. Sekarang anggota A3UI sebanyak 100 agen yang terdaftar. Harapannya setelah dideklarasikan bakal lebih banyak yang tergabung,” jelasnya.

Menurut UU no.40 thn 2014 Pasal 1 jo POJK no.69/POJK/05/2016 Devinisi Agen Asuransi adalah : Orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha yang bertindak untuk dan atas nama Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Asuransi Syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah. Dalam tulisan ini yang dimaksud adalah agen asuransi kerugian (non jiwa)

Otoritas Jasa Keuangan menargetkan premi industri asuransi mampu bertumbuh di kisaran 12% – 15% pada 2019, setelah hanya tumbuh single digit pada 2018. Pertumbuhan industri asuransi mengalami perlambatan dari tahun ke tahun. Biasanya, industri asuransi jiwa dan asuransi umum mampu tumbuh hingga di atas 10 persen atau double digit setiap tahun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan pertumbuhan total premi industri asuransi di 2018 hanya mampu mencapai angka 9 persen. Padahal di tahun-tahun sebelumnya angka pertumbuhan selalu double digit. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar