Ekbis

680 Pekerja Migran Kabupaten Malang Tertunda ke Luar Negeri

Malang (beritajatim.com) – Disnaker Kabupaten Malang mulai mempersiapkan diri apabila pandemi Covid-19 berakhir. Salah satunya, menyiapkan seluruh protokol kesehatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) apabila negara tujuan, mulai dibuka kembali pasca Covid-19 mewabah dunia.

Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, Senin (27/7/2020) siang menegaskan, sejauh ini terdapat 680 orang calon Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Malang harus tertunda keberangkatannya akibat pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19. “Yang mau berangkat sudah memenuhi syarat ada 680 orang. Ditunda. Apabila dibuka nanti ya ini yang harus kita prioritaskan,” kata Yoyok.

Ditambahkan Yoyok, para PMI itu memiliki tujuan bekerja di negara-negara yang berada di Asia-Pasifik. Misalnya seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan lainnya. “Selama ini kan Timur Tengah di memoratorium. Kita ke Asia-Pasifik. Itu kan kewenangan kementerian yang menentukan negara tujuan,” terangnya.

Lebih jauh, Yoyok menjelaskan, para calon PMI yang hendak berangkat ke luar negeri itu harus memenuhi segala persyaratan, utamanya kesehatan.

Menurut Yoyok, sejauh ini para PMI yang pulang ke Kabupaten Malang tidak ada satupun terjangkit Covid-19. “Dari bulan Maret hingga saat ini, yang pulang dari luar negeri itu dalam kondisi sehat semua. Ada 1.100 orang yang sudah pulang. Kalau PMI itu kan tertib, mereka pulang langsung karantina. Alhamdulillah, Kabupaten Malang tidak ada yang positif,” Yoyok mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar