Ekbis

Sepak Terjang Ahok Sugio, Lawan Preman hingga Tingkatkan PAD Desa

Lamongan (beritajatim.com) – Pandemi Covid 19 memberikan imbas terhadap perekonomian Lamongan menjadi lesu, tapi tidak dengan Desa Sugio Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan ini. Saat yang lain tak berdaya karena hantaman pandemi, target Pendapatan Asli Desa (PAD) Sugio dari pasar justru masih cukup tinggi.

Terbukti, dari yang sebelumnya hanya Rp 40 juta per tahunnya, kini sudah mencapai Rp 560 juta per tahun. Adanya tren peningkatan yang cukup tinggi ini, tak lain berkat sepak terjang Kades Sugio, H Abd Rochim, yang terkenal dengan julukan “Ahoknya Sugio.”

Julukan itu diberikan bukan tanpa alasan. Hal tersebut sengaja diberikan oleh warga sekitar karena tipikal dari H Abd Rochim yang keras, tegas dan jujur. Dirinya menjabat sebagai Kades Sugio pada 2019-2025, sedang dulunya juga pernah menjabat di tahun 1999-2007.

“Alhamdulillah, kerja keras semua pihak, dan didasari untuk membangun desa, kini pendapatan asli desa dari sektor desa naik drastis dari Rp 40 juta menjadi Rp 560 juta,” ujar Abd Rochim, Selasa (04/05/2021).

Kades nyentrik dengan gayanya yang khas dan rambutnya yang gondrong itu mengaku, dirinya bisa menaikkan PAD desa dari pasar tersebut, bermula dari ketegasannya merombak pasar, mulai dari pembenahan data hingga merumahkan para pegawai yang dianggap tidak beres dalam mengelola pasar.

“Pasca saya dilantik pada tahun 2019, dua bulan kemudian langsung saya lakukan pembenahan di pasar, dengan sebelumnya menerjunkan inteligen untuk mendata potensi desa mulai kios, lapak, dan pedagang lesehan,” tegasnya

Dari pembenahan data yang dilakukan, lanjut Rochim, bisa diketahui potensi pendapatan desa. Datanya riil dikalkulasi, akhirnya dari yang sebelumnya diduga menguap itu, ketemu nilai Rp 560 juta setiap tahunnya. Menurutnya, perjuangan yang ia lakukan tak mudah dan sangat beresiko, karena harus berhadapan dengan oknum preman pasar yang selama belasan tahun diduga menikmati hasil pendapatan dari pasar selama ini.

“Saya tidak takut meski harus berhadapan dengan oknum preman. Hal ini karena tekad kuat dalam diri saya yang ingin mengabdikan diri kepada masyarakat dan membangun desa. Alhamdulillah, sekarang sudah dirasakan hasilnya oleh masyarakat,” terangnya.

Sementara, hasil pendapatan sektor pasar dari retribusi dan parkir tersebut, semua dikembalikan ke masyarakat, di antaranya untuk memberikan tunjangan kepada aparatur dan lembaga desa. Mulai BPD, LPM, RT/RW, Guru ngaji, Modin, Guru Paud, Guru MI, hingga Tukang memandikan jenazah juga mendapatkan tunjangan dari desa, serta untuk kesejahteraan karyawan pasar lainnya.

Tak hanya itu, bahkan hasil dari pasar juga digunakan untuk membangun sarana prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Jadi hasil dari pasar ini, kami gunakan untuk membangun sarana dan prasarana serta memberikan tunjangan seperti yang saya sebutkan sebelumnya,” jelasnya.

Selain mampu merombak pasar, Ahoknya Sugio tersebut juga berhasil melakukan transformasi terhadap desanya, merubah status desa dari desaku pinter menjadi desa mandiri, membangun taman alun-alun Sugio yang baru saja diresmikan oleh Bupati Yuhronur Efendi pada Senin (03/05/2021), serta merelokasi PKL dan menempatkannya ke kawasan secara tertib tanpa gejolak apapun.

“Alhamdulillah, Desa Ibukota Kecamatan Sugio ini, sekarang punya alun-alun sendiri, dan di sekitar alun-alun telah berdiri PKL yang ditata dengan rapi sehingga pengunjung dibuat senyaman mungkin,” pungkasnya.(kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar