Ekbis

Surabaya Terbaik Melindungi Non ASN-nya, Tapi Tuban Masih Terendah

Surabaya (beritajatim.com) – 100 persen non ASN yang mengabdi di Pemkot Surabaya sudah mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Surabaya menjadi kota yang layak diacungi jempol.
Namun sayangnya di kota/kabupaten lainnya di Jatim ternyata masih banyak non ASN yang mengabdi pada pemerintah daerah yang belum mendapatkan BP Jamsostek.
“Di Jatim baru 77 persen Non ASN yang bekerja di pemerintahan memiliki tabungan BP Jamsostek. Pemprov Jatim salah satunya yang akan membayarkan BP Jamsostek untuk 10.027 non ASN nya,” beber Deny Yusyulian, Deputi Direktur BP Jamsostek Jatim, Kamis (22/4/2021).
Lalu daerah mana saja yang masih minim mengikut-sertakan pegawai Non ASN nya?. Deny memaparkan daerah-daerah masih belum banyak yang tahu tentang Intruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2021 yang mewajibkan semua pekerja penerima upah maupun tidak penerima upah, buruh migran, ASN dan Non ASN serta petugas pemilu harus mendapatkan BP Jamsostek.
Berikut daerah-daerah yang masih minim diantaranya Tuban dengan jumlah total Non ASN  3.300 orang sementara yang terdaftar baru 39 orang. Mojokerto memiliki 3.254 Non ASN sedangkan yang memiliki BP Jamsostek baru 270 orang. Ngawi dengan 2.075 Non ASN yang terdaftar BP Jamsostek baru 475 orang. Jombang punya 4.833 Non ASN separuhnya sudah terdaftar, yakni sekitar 2.012.
“Sementara di Lamongan total ASN 3.090 orang belum terdaftar tetapi 1.020 orang sudah menabung di Taspen. Nah ini nanti akan kita alihkan ke BP Jamsostek karena tabungannya lebih ringan,” beber Deny Yusyulian.
Ditambahkan pekerjaan rumah BP Jamsostek di Jatim masih banyak sebab di Jatim ada 20,6 juta angkatan kerja, namun yang memiliki jaminan BP Jamsostek baru sekitar 2,9 juta pekerja atau baru 14,3 persen dari total pekerja yang ada.
“Kami akan lebih giat lagi melakukan sosialisasi agar semua warga yang sudah bekerja memiliki jaminan sosial,” tandasnya.[rea]

Apa Reaksi Anda?

Komentar