Ekbis

Kreatif, Bhayangkari Polsek Prajurit Kulon Sulap Limbah Sampah Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Salah satu ibu Bhayangkari Polsek Prajurit Kulon, Polresta Mojokerto, Luluk Sri Histinawati yang memanfaatkan sampah menjadi kerajinan. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Masa pandemi Covid-19 yang masih belum mereda saat ini, membuat sektor perekonomian warga nyaris saja lumpuh. Wargapun dihimbau oleh pemerintah untuk berdiam di rumah guna memutus mata rantai virus corona.

Berdiam di rumah bukan berarti tidak bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu ibu Bhayangkari Polsek Prajurit Kulon, Polresta Mojokerto, Luluk Sri Histinawati ini. Ia akrab dengan sampah yang di daur ulang, mulai plastik hingga kini handuk bekas.

Istri dari Aiptu Kujiyadi ini berhasil memanfaatkan limbah sampah menjadi kerajinan bernilai jual tinggi. Meski aktif bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, namun ia masih punya waktu untuk menyulap sampah menjadi kerajinan bernilai ekonomis.

Ini tak lain, karena ia juga mempunyai jiwa seni tinggi sehingga berhasil memanfaatkan limbah sampah di sela kesibukan sebagai ASN dan ibu rumah tangga. Ia mengaku awalnya hanya memanfaatkan bekas botol air mineral dan dijadikan kerajinan namun, karena banyak yang suka dengan hasil kerajinannya, ia mencoba limbah sampah lain.

“Awalnya saya manfaatkan sampah seperti botol air mineral menjadi bunga dan tempat duduk. Ternyata banyak yang suka dan laku dijual. Ya itu, awalnya hanya pekerjaan rumah saja tapi sekarang jadi rupiah untuk menambah pemasukan keluarga,” ungkap, Luluk Sri Histinawati, Senin (15/6/2020).

Luluk yang aktif ikut dalam organisasi di lingkungannya, kantor hingga organisasi istri anggota Polri ini, bahkan juga sering diundang untuk menjadi narasumber daur ulang sampah dan merajut tas. Undangan sebagai narasumber tersebut tidak hanya di Kota Mojokerto namun juga dari luar Kota Mojokerto.

“Saat ini, saya fokus ke kerajinan handuk bekas yang disulap menjadi pot bunga berwarna warni. Bagi ibu-ibu khususnya bisa juga memanfaatkan sampah menjadi kerajinan, jadi kalau tidak ada kepentingan biar di rumah aja sambil ada berkegiatan mengelola sampah bekas menjadi rupiah,” ujarnya.

Luluk menambahkan, untuk membuat pot bunga dari handuk bekas cukup menyiapkan handuk bekas, semen dan cat sesuai keinginan. Handuk bekas tersebut dimasukkan ke dalam semen yang sudah dibuat mirip adonan roti.

Handuk bekas yang sudah dimasukkan ke dalam adonan semen tersebut kemudian dicetak dengan cara ditaruh ke atas cetakan sehingga sisa handuk bekas tersebut menjuntai ke bawah. Setelah dikeringkan di bawah terik matahari tinggal diwarnai sesuai keinginan.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar