Ekbis

500 Karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba

Jajaran Direksi dan Manajemen PT Waskita Beton Precast Tbk diantaranya Direktur Keuangan Antonius YT Nugroho (keempat dari kanan), General Manager (GM) Resiko & K3L Irvan Pandjaitan (kelima dari kanan), Manager Plant Prambon Angga Dwi Setiawan (pertama dari kiri) dan Dokter Perusahaan PT Waskita Beton dr Ervina Diah dalam sosialisasi pencegahan bahaya narkoba, Jumat (17/1/2020).

Sidoarjo  (beritajatim.com) – Sebanyak 500 karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengikuti sosialisasi bahaya Napza (Narkotika, Alkohol, Psikotropika & Zat Adiktif) di Plant Prambon Jalan Raya Prambon Sidoarjo.

Karyawan yang datang di Plant Prambon dan mengikuti sosialisasi bahaya Napza ini dari sejumlah Batching Plant yaitu Paspro, Legundi Group, KLBM  dan Plant Prambon sendiri sebagai tuan rumah.

Nampak hadir dalam sosialisasi ini jajaran Direksi dan Manajemen diantaranya Direktur Keuangan Antonius YT Nugroho, General Manager (GM) Resiko & K3L Irvan Pandjaitan, Manager Plant Prambon Angga Dwi Setiawan dan Dokter Perusahaan PT Waskita Beton dr Ervina Diah yang juga bertindak sebagai narasumber pencegahan bahaya narkoba.

Direktur Keuangan Antonius YT Nugroho menjelaskan acara sosialisasi bahaya narkoba dan Napza ini merupakan rangkaian dari bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2020 yang berlangsung sejak tangal 12 Januari -12 Februari 2020.

“Nanti kami akan menyelenggarakan di seluruh Plant, Saat ini kami memulai dari sini (Jawa Timur), Senin depan area Yogya (Klaten), terus ke Palembang, Jawa Barat dan Penajam Kalimantan,” tandas Anton, Jumat (17/1/2020).

Dijelaskannya acara sosialisasi bahaya narkoba ini sangat penting mengingat bahaya dan dampak yang ditimbulkan terhadap produktifitas perusahaan, apalagi tahun mendatang perusahaan akan menghadapi tantangan cukup berat.

“Insan WSBP harus sehat jasmani dan rohani, makanya kami akan buat kaos kampanye no drugs dalam apel penutupan bulan K3 Februari mendatang di seluruh Plant,” pungkas Anton.

Manager Plant Prambon Angga Dwi Setiawan menambahkan digelarnya acara sosialisasi I juga merupakan kampanye dari program Badan Narkotika Nasional (BNN) yaitu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Kami ingin di perusahaan steril dan bersih tidak ada peredaran gelap narkoba,” kata Angga.

Ditambahkannya nantinya juga akan dilakukan tes urin kepada seluruh karyawan dengan bekerjasama dengan BNN, rumah sakit dan aparat setempat, namun waktunya tidak akan diumumkan.

“Kita sanksinya tegas jika diketahui menggunakan atau mengedarkan narkoba,”tambahnya.

Karyawan PT Waskita Beton Precast deklarasi dan mengucapkan janji anti narkoba serta napza di Plant Prambon, Jumat (17/1/2020): Foto; Tedy/bj.com

General Manager  Resiko & K3L Irvan Pandjaitan menyatakan kebijakan tentang Napza adalah turunan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kebijakan di K3 sudah jelas yaitu ada pencegahan terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kekhawatiran kita jika ada pekerja yang mengkonsumsi Napza bisa saja berpotensi menjadi kecelakaan kerja,” katanya.

Sementara itu Dokter Perusahaan PT Waskita Beton dr Ervina Diah dalam paparannya menyatakan peredaran narkoba dari tahun ke tahun semakin mengkhawatirkan. “Saat ini semua bisa terkena akibat pergaulan, tidak terkecuali di lingkungan perusahaan, makanya dengan bulan K3 ini bisa meminimalisir dan menghindari bahaya Napza.”kata dokter Diah.

Dalam paparannya nampak dokter Diah memberikan gambaran dan ulasan dengan sebuah video pendek tentang keluarga yang terkena narkoba yang berdampak pada seluruh keluarga. (ted)

 

 

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar