Ekbis

45 Ribu Petani di Bangkalan Belum Bisa Tebus Pupuk Bersubsidi

Ketua Komisi B DPRD Bangkalan, Rokip

Bangkalan (beritajatim.com) – Sebanyak 45 ribu petani di Kabupaten Bangkalan, tidak bisa menebus pupuk bersubsidi. Pasalnya, jumlah petugas penyuluh pertanian di lapangan sangat minim dan berdampak pada lambatnya proses input kartu tani.

Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi, Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan, Chk Karyadinata mengatakan, saat ini jumlah pendaftar sebanyak 67 ribu petani. Namun, baru 22 ribu petani yang mendapatkan kartu. “Sisanya masih kami input, 20 ribu sudah selesai diinput dan sisanya masih proses,” jelasnya, Rabu (23/9/2020).

Mekanismenya, pihaknya melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan. Sementara itu, 70 penyuluh yang tersebar di 17 kecamatan mendata para petani. Dari data tersebut, kemudian dilakukan proses input dan selanjutnya kartu tani dapat diberikan. “Namun pengajuannya melalui kelompok tani terdekat. Dari Poktan lalu disetor ke penyuluh. Sehingga mempermudah prosesnya,” imbuhnya.

Ia mengatakan, melalui kartu tani para petani dapat mendapatkan pupuk bersubsidi dan kemudahan lainnya. Selain itu, kartu tani sebagai salah satu identitas petani agar mudah terkoordinir.

Sementara itu, Rokip Ketua Komisi B DPRD Bangkalan mengatakan, sosialisasi di tingkat bawah harus lebih digencarkan. Sebab, tak sedikit petani di pelosok desa yang tidak mengetahui informasi tersebut. “Tentu harus disosialisasikan lebih sering. Kami berharap bisa mencapai 70 ribu petani yang mendapat kartu tani. Dan pendaftaran masih terus berlangsung hingga akhir bulan ini,” pungkasnya. [sar/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar