Ekbis

4 Kabupaten di Jatim ini Tiru Ponorogo Aplikasikan POC di Pertanian

Petani di Ponorogo menyemprotkan POC di tanaman padinya. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Keberhasilan Ponorogo dalam menerapkan program pupuk organik cair (POC) dalam pertaniannya, membuat beberapa daerah di Jawa Timur mulai mengikuti program tersebut. Dari data di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, ada 4 kabupaten yang mengikuti jejak Ponorogo menggunakan POC. Yakni Banyuwangi, Pamekasan, Jombang dan Lamongan. Mereka sebelumnya melakukan study banding ke bumi reyog tentang pengaplikasian POC tersebut.

“Program POC ini sudah di jalankan sejak tahun 2017. Ponorogo menjadi pionir di Jawa Timur pengaplikasian POC di pertanian. Karena berhasil, ada 4 kabupaten yang mengikutinya,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dipertahankan Ponorogo, Medi Susanto, Rabu (18/11/2020).

Pengaplikasian POC ini terbukti meningkatkan produksi pertanian di Ponorogo. Data Dipertahankan, untuk padi dari 62, 29 kwintal/hektar menjadi 72,07 kwintal/hektar, Jagung dari 72,4 kwintal/hektar menjadi 80,37 kwintal/hektar, serta kedelai dari 16,54 kwintal/hektar menjadi 17, 05 kwintal/hektar. Medi menyebut peningkatan produksi pertanian setelah menggunakan POC itu rata-rata 10 kwintal per hektar-nya. “Warna beras lebih bagus, rendemen tinggi dan bulir berasnya termasuk kualitas premium,” katanya.

Bantuan POC ini, dibagikan lewat 1511 kelompok tani (poktan) dan dalam satu tahun mencukupi sekitar 22.000 hektar sawah dari luas area persawahan di Ponorogo yang mencapai 34.801 hektar. Selain peningkatan produksi pertanian, penggunaan POC juga membuat tanaman tahan dari serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Medi menyebut jika bantuan POC yang diberikan petani di Ponorogo termasuk POC yang plus. Di samping plus organisme, juga plus zat pengatur tumbuh (ZPT). Selain itu juga banyak tambahan vitamin, baik unsur hara makro dan unsur hara mikro. “Harus digaris bawahi juga, peningkatan hasil dari pengaplikasian POC itu juga harus dibarengi dengan sistem panen dan sistem pasca panennya juga harus benar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Poktan Semanggi Kelurahan Purbosuman, Sanikun menyebut jika bantuan POC sangat membantu para petani. Selain meningkatkan produksi pertanian, adanya POC ini juga mengurangi biaya produksi. Sebab, sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan dari pupuk kimia. Otomatis ada pengurangan dalam pembelian pupuk kimia. “Pengaplikasian POC tepat maka dampak positifnya akan dirasakan. Selain meningkatkan produksi juga menyuburkan tanah,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar