Ekbis

4.429 Ton Beras India, Pakistan, dan Vietnam Menumpuk di Gudang Bulog Mojokerto

Beras India, Pakistan, dan Vietnamdi GBB Perum Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Beras sisa impor tahun 2018 masih tersimpan di Gudang Beras Bulog (GBB) Mojokerto atau GBB Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan. Beras dari impor dari India, Pakistan dan Vietnam itu ada sekitar 4.429 ton.

Beras impor dari tiga negara tersebut menumpuk di antara beras serapan dari petani lokal di GBB Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan. Dalam kemasan karung beras tertulis beras putih asal India dan Pakistan. Beras asal dari India dikirim oleh Sukhbir Agro Energy Limited dan beras asal Pakistan dikirim oleh Garibsons (PVT) LTD.

Kepala Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan Renato Horison, membenarkan sisa beras impor tahun 2018 masih ada di SBB. “Iya betul, stok yang ada di kami sebanyak 4.429.433 kilogram (4.429 ton lebih). Tidak hanya dari India dan Pakistan, tapi juga dari Vietnam,” ungkapnya, Kamis (25/3/2021).

Sepanjang tahun 2018, pemerintah impor beras sebanyak 2,25 juta ton dengan nilai US$ 1,03 miliar. Impor beras dilakukan secara bertahap. Dari total 2,25 juta ton beras impor, pada Januari masuk sebesar 13,17 ribu ton dengan nilai US$ 5,80 juta.

Pada Februari masuk sebanyak 272,89 ribu ton dengan nilai US$ 130,08 juta. Pada Maret masuk sebanyak 97,63 ribu ton dengan nilai US$ 44,73 juta. Pada April masuk sebanyak 165,34 ribu ton dengan nilai US$ 76,04 juta. Pada Mei masuk sebanyak 346,97 ribu ton dengan nilai US$ 161,29 juta.

Pada Juni masuk sebanyak 223,76 ribu ton dengan nilai US$ 106,22 juta. Lalu, pada Juli masuk sebanyak 333,17 ribu ton dengan nilai US$ 156,80 juta. Pada Agustus masuk sebanyak 326,83 ribu ton dengan nilai US$ 151,59 juta. Pada September masuk sebanyak 236,25 ribu ton dengan nilai US$ 107,26 juta.

Sedangkan pada Oktober masuk sebanyak 123,65 ribu ton dengan nilai US$ 53,10 juta. Pada November masuk sebanyak 62,99 ribu ton dengan nilai US$ 24,81 juta. Pada Desember masuk sebanyak 51,10 ribu ton dengan nilai US$ 19,24 juta.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, angka impor beras pada tahun 2018 paling tinggi. Pada 2015 total impor beras sebanyak 861,60 ribu ton dengan nilai US$ 351,60 juta. Pada 2016 sebanyak 1,28 juta ton dengan nilai US$ 531,84 juta. Pada 2017 sebanyak 305,27 ribu ton dengan nilai US$ 143,64 juta. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar