Iklan Banner Sukun
Ekbis

30 Ribu Lebih Petani di Indonesia Terbantu Program Makmur

Gresik (beritajatim.com) – Momen Hari Tani Nasional 2022 dijadikan oleh perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) Petrokimia Gresik untuk terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani. Tahun ini melalui program agro solution dan makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat), anak usaha Pupuk Indonesia itu mengklaim telah mendongkrak 31.113 petani se-Indonesia. Baik itu tingkat pendapatannya maupun produktivitas lahannya.

Berdasarkan catatan program makmur yang digagas perusahaan tersebut, petani tanaman pangan yang sebelumnya hanya memperoleh pendapatan Rp25.225.070 per hektar, bertambah 26 persen menjadi Rp31.676.151 per hektar. Begitu juga petani perkebunan, meningkat 28 persen dari Rp49.552.317 per hektar menjadi Rp63.294.354. Kondisi yang hampir sama juga dialami oleh petani hortikultura.

“Program ini kami lakukan sejak 2021. Saat itu, kondisi ekonomi Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi covid-19 termasuk sektor pertanian. Untuk mendongkrak kembali sektor itu, baik agro solution maupun program makmur, keduanya telah terbukti mampu menjadi katalis percepatan bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Minggu (25/9/2022).

Kedua program itu difokuskan karena banyak permasalahan petani di lapangan, diantaranya produktivitas rendah, kurangnya pendampingan, serta harga agro-input (pupuk, pestisida dan benih) tidak terjangkau. Selain itu juga sulitnya akses ke lembaga keuangan, terbatasnya jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan harga jual hasil panen yang cenderung turun saat panen raya.

Masih menurut Dwi Satryo, dua program ini saling bersinergi mulai dari penyediaan dana, atau modal usaha. Serta jaminan asuransi, ketersediaan pupuk, kawalan pengendalian hama, hingga offtaker. “Kami tidak sendiri menjalankan program ini. Sejumlah BUMN seperti PTPN, Perhutani, Askrindo, BRI, Jasindo juga dilibatkan,” katanya.

Ia menambahkan, tahun ini pihaknya ditargetkan merealisasikan lahan pertanian meningkat menjadi 85 ribu hektar. Sementara sampai Agustus 2022 baru tercapai 66 ribu hektar dengan melibatkan 30 ribu petani. “Kami optimistis bisa terlampaui lebih target ini pada akhir 2022. Sehingga semakin banyak petani yang sejahtera melalui program ini,” imbuhnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar