Ekbis

Dibantu Bogasari

28 UKM Mie Ayam di Jatim Raih Sertifikat Halal

Surabaya (beritajatim.com) – PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari berhasil membantu pengurusan sertifikat halal UKM mie ayam mitra binaannya. Total sebanyak 50 UKM mie ayam yang meraih sertifikat halal, dari jumlah tersebut, 28 di antaranya berasal dari Jawa Timur.

Tentu saja jumlah itu dua kali lipat jika dibanding program serupa Bogasari pada 2019. Karena pada tahun itu hanya 20 UKM yang mendapat sertifikat halal itu. Para UKM mie ayam ini merupakan anggota Paguyuban Mie Tunggalrasa dan Paguyuban Mie Ayam Surabaya (PAMAS).

“Sudah menjadi komitmen Bogasari, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, untuk menjaga keberlangsungan dan peningkatan usaha para UKM. Termasuk dalam hal membantu pengurusan kehalalan produk para mitra UKM yang sudah kami lakukan sejak 2019,” ucap Erwin Sudharma, Wakil Kepala Divisi Bogasari dalam siaran pers Penyerahan Sertifikat Ketetapan Halal untuk 50 UKM, Rabu (23/12/2020).

Jumlah konsumsi tepung terigu dari masing-masing usaha 50 UKM mie penerima sertifikat ini beragam, mulai dari 8 sak atau 200 kg per bulan hingga ada yang 75 ton per bulan. Sehingga kalau ditotalkan jumlah pemakaian terigu 50 UKM ini bisa mencapai 600 ton per bulannya. Sementara serapan tenaga kerja dari 50 UKM ini bisa mencapai 5.300 pekerja.

“Ini baru produktivitas dan serapan tenaga kerja 50 UKM dari ribuan UKM mitra binaan Bogasari. Jadi wajar, pemerintah apalagi Bogasari sangat peduli terhadap keberlangsungan usaha para UKM apalagi di tengah tantangan ekonomi akibat pandemi ini,” tegas Wakil Kepala Divisi Bogasari ini.

Ia melanjutkan, program bantuan pengurusan halal produk para UKM diluncurkan Bogasari sejak tahun 2019 yang diawali dengan 20 UKM mie anggota Paguyuban Mie Tunggalrasa yang berlokasi di Jakarta pada 4 November 2019.

Kali ini jumlah UKM yang dibantu pengurusan halalnya lebih banyak yakni 50 UKM atau 2 kali lipat. Sebaran lokasi usaha para UKM juga lebih luas, yakni 22 UKM asal Jakarta, Tangerang, dan Bekasi (Jatabek) dan 28 UKM lainnya dari beberapa kota di Jawa Timur yakni Surabaya, Malang, Kediri, Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Ponorogo, Madiun, dan kota lainnya.

Erwin menjelaskan, berbeda dengan tahun 2019, proses pengurusan halal 50 UKM ini digelar secara virtual, baik saat pelatihan jaminan halal dan audit oleh tim auditor dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Seluruh proses pengurusan halal ini dikoordinasikan Bogasari dengan LPPOM MUI wilayah DKI Jakarta, untuk dikoordinasikan dengan daerah lainnya.

Seluruh biaya pengurusan halal yang dibutuhkan dengan angka sekitar Rp 135 juta ditanggung Bogasari. “Dan kami bersyukur kali ini bisa bisa bantu sampai 50 UKM. Kiranya dapat meningkatkan usaha para UKM, karena akan berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen dan perluasan pasar para UKM. Rencananya tahun 2021 Bogasari kembali bantu sertifikasi halal 50 UKM,” ucap Erwin.

Ada 2 sertifikat yang didapat para UKM, yakni Sertifikat Ketetapan Halal dan Sertifikat Jaminan Halal yang penyerahannya digelar secara virtual dan dihadiri 50 UKM penerima sertifikat. Hadir pula Ketua Tim Pelaksana Sertifikasi Halal LPPOM MUI DKI Jakarta Dr Ir Aji Jumiono MSi, dan perwakilan tim Kemitraan UKM Bogasari.

Secara simbolis Sertifikat Ketetapan Halal untuk 50 UKM Mie Mitra Bogasari diserahkan langsung Wakil Kepala Divisi Bogasari kepada Atok Sudirman, pemilik usaha Mie Ayam Atok Sudirman di lokasi usahanya di Cilincing, Jakarta Utara.

Sertifikat Ketetapan Halal dan Sertifikat Jaminan Halal dari LPPOM MUI ini berlaku dari 4 November 2020 sampai 3 November 2021. Pandiono selaku Ketua Paguyuban Mie Tunggalrasa dan Parmu Ketua Paguyuban Mie Ayam Surabaya mengapreasi komitmen kemitraan Bogasari yang terus terjalin apalagi di tengah pandemi ini.

“Kami bangga dan senang terus bisa bertumbuh bersama Bogasari karena selalu didukung dan diperhatikan. Mungkin sedikit perusahaan yang mau bantu para UKM sampai ke soal urusan perizinan usaha. Ya Alhamdulillah..semoga Bogasari dan usaha kami para UKM terus sukses dan barokah,” ucap Parmu yang dalam sebulan bisa menghabiskan 33 ton tepung terigu serta mempekerjakan kurang lebih 30 karyawan. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar