Sidoarjo (beritajatim.com) – AJ (25) penjaga kolam di Jalan Mbah Kasiron Desa Cemandi, Kec. Sedati, meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan. Pada hari Jumat (30/12/2022) dini hari lalu, AJ ditemukan tak sadarkan diri di pinggir jalan dekat tempat kerjanya.
AJ yang tinggal di Desa Jeruk Gamping, Krian itu kemudian dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk perawatan sampai lima hari. Pada Selasa (3/1/2023) malam sekitar pukul 19.30 WIB, nyawa AJ meregang.
Kanit Reskrim Polsek Sedati Iptu Sudarso menjelaskan, kasus yang menimpa korban, dugaan penganiayaan yang berujung korban meninggal dunia. Semula korban ditemukan warga tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tak sadarkan.
“Menurut warga, kondisi korban saat itu dalam keadaan tak sadar dan ada beberapa luka lebam di beberapa bagian tubuh korban,” kata Iptu Sudarso, Rabu (4/1/2023).
Warga yang melihat korban tergeletak di pinggir jalan, saat itu tidak langsung menolong karena takut. Mereka selanjutnya memberitahu Perangkat Desa Cemandi untuk bersama-sama melihat kondisi korban.
Tak berselang lama, korban akhirnya dibawa warga menuju ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan. “Warga pinjam mobil di kolam pancing, untuk mengantar korban ke RSUD Sidoarjo,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pembunuhan-sidoarjo”]
Lanjut Sudarso, dan kemarin malam, pada Selasa (3/1/2023) sekitar pukul 19.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Masih kata Iptu Sudarso bahwa peristiwa dugaan penganiayaan dan mengakibatkan korban AJ meninggal dunia tersebut, belum dilaporkan oleh siapapun.
“Warga sekitar TKP maupun keluarga korban AJ, belum melaporkan kejadian itu. Dan kami baru mengetahui peristiwa itu, dari pemberitahuan Kanit Reskrim Polsek Krian, AKP Aman. Dan hari ini keluarga korban akan melaporkan kejadian itu,” pungkasnya. [isa/but]






