Surabaya (beritajatim.com) – Aksi oknum pengurus Muslimat NU Jawa Timur deklarasi mendukung pasangan calon nomor urut 2, Prabowo-Gibran di Jombang, menuai kecaman. Kecaman ini dilontarkan Himpunan Santri Nusantara (HISNU).
“Sangat menyesalkan tindakan politisasi Muslimat NU dalam Pilpres 2024. Sebagaimana beredar di media massa dan medsos, ibu-ibu dengan seragam Muslimat NU membentangkan spanduk MUSLIMAT NU mendeklarasikan dukungan kepada salah satu pasangan capres-cawapres dalam Pilpres 2024,” kata Koordinator Nasional HISNU, Yusub Hidayat dalam keterangan tertulisnya kepada media.
Menurut Yusub, HISNU yakin ini adalah ulah oknum, dan tidak boleh dibiarkan, karena mengancam keutuhan NU dan merusak keputusan khittah 1926 NU.
“Mencatut Muslimat NU itu, sangat melecehkan keputusan kembali Khitthah 1926 NU. Harus diingat, bahwa keputusan kembali ke Khitthah 1926 NU tersebut, merupakan ketetapan para masyayikh NU setelah melalui upaya panjang, baik secara lahir mau pun batin,” tuturnya.
Baca Juga: Tips Membuat Pohon Natal dari Barang Bekas, Meriahkan Natal yang Kreatif
Atas nama HISNU, dirinya minta PBNU menegur oknum-oknum yang mencatut nama Muslimat NU untuk kepentingan politik praktis. “Hal ini pernah dilakukan oleh PBNU kepada PCNU yang dinilai telah melanggar keputusan khitthah 1926 NU,” tegas Yusub.
Sekadar diketahui, ratusan ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menggelar deklarasi dukungan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 di Jombang, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga: Pengungsi Asing Ngamuk Rusak Fasilitas Rusunawa Puspa Agro Sidoarjo
Dalam deklarasi tersebut, terlihat sejumlah ibu-ibu yang mengatasnamakan Muslimat NU terang-terangan menyatakan mendukung salah satu pasangan calon. Mereka berpakaian seragam Muslimat NU dan membentangkan sepanduk dukungan terhadap paslon tersebut. (tok/ian)






