Jakarta (beritajatim.com) – Dandan Omah, salah satu program inisiatif Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sukses mendapat apresiasi di tingkat nasional. Berkat program itu, Eri Cahyadi bakal diganjar penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023.
Eri Cahyadi mengungkapkan, program yang punya nama lengkap ‘Dandan Omah Dadi Apik, Rek’ ini dimulai pada 2015. Sepanjang pelaksanaan program, kata Eri, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat yang rumahnya diperbaiki melainkan masyarakat luas hingga Pemkot Surabaya.
“Yang utama bagi kami adalah membangun rumah yang kumuh jadi pantas dihuni. Sedangkan soal arsitekturnya, itu ada dalam hati,” ujar Eri di hadapan para juri di kantor PWI Pusat.
Eri menjelaskan, Surabaya sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki penduduk mencapai 2.972.801 jiwa dengan luas wilayah 334,53 Kilometer persegi. Surabaya menjadi titik pertemuan masyarakat dengan berbagai latar belakang baik suku maupun agama.
Semua punya hak untuk mendapatkan layanan Dandan Omah. Bagi warga yang ingin rumahnya diperbaiki, kata Eri, cukup mengajukan permintaan lewat aplikasi Sayang Warga, e-Housing, atau e-Rutihalu.
Untuk warga yang nir-teknologi, terang Eri, pihaknya mengandalkan konsep gotong royong. Di mana warga nir-teknologi yang ingin rumahnya diperbaiki bisa dibantu oleh tetangganya yang bisa mengakses aplikasi tersebut.
“Di situlah kearifan lokal saling tolong menolong hadir. Baik pertolongan sesama keluarga, warga, hingga pejabat pemerintah,” kata dia.
Sepanjang 2022, ungkap Eri, Pemkot sudah memperbaiki 1.465 unit rumah dengan anggaran masing-masing Rp30 juta. Dari total rumah yang sudah diperbaiki, 950 unit menggunakan APBD Kota Surabaya.
Sementara, 380 unit dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. 90 unit pakai dana Baznas dan sisanya sebanyak 7 unit dari gereja.
“Semuanya kami perbaiki rumah-rumah itu dengan cara gotong royong. Mulai dari pengadaan material, tukang, sampai pengadaan dana,” kata dia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”eri-cahyadi”]
Frasa ‘gotong royong’ inilah yang menjadi kata kunci Eri dalam menjabarkan kesuksesan Dandan Omah. Sebuah budaya peninggalan leluhur yang patut selalu dikembangkan sebagai kata kerja yang termanifestasikan dalam beragam program untuk warga Kota Pahlawan.
Kerennya lagi, Eri tak juga meninggalkan nilai-nilai religius. Setiap kali serah kunci setelah rumah selesai diperbaiki, Pemkot selalu mengajak pemilik dan warga sekitar untuk doa bersama melalui selamatan atau kenduri.
“Bapak, Ibu, rumah yang sudah didandani ini jangan dijual,” begitu pesan Eri kepada pemilik rumah setiap kali serah terima kunci.
Dandan Omah terbukti mendatangkan manfaat bagi semua. Khusus untuk Pemkot Surabaya, program ini terbukti mampu mengurangi kawasan kumuh.
“Pemkot bisa berkolaborasi dengan swasta, adanya penataan kota, dan pada gilirannya peningkatan kesejahteraan warga,” ucap dia.
Eri Cahyadi masuk dalam daftar 10 bupati/wali kota yang akan menerima Anugerah Kebudayaan PWI 2023. Penghargaan ini melibatkan tim juri yang terdiri dari Yusuf Susilo Hartono (wartawan senior kebudayaan dan penggagas AK-PWI Pusat) selaku Ketua Dewan Juri, dengan anggota Dr. Ninok Leksono (wartawan senior/Rektor Universitas Multimedia Nusantara), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis kebudayaan dan seni), Atal S.Depari (wartawan senior/Ketua Umum PWI Pusat) dan Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen Institut Kesenian Jakarta/penari senior dan aktris film dan sinetron).
Rencananya, ke-10 kepala daerah tersebut, bakal menerima Trofi Abyakta (maju, berkembang) pada puncak peringatan Hari Pers Nasional, bersama Presiden RI Joko Widodo, di Medan, Sumatera Utara, 9 Februari 2023. [asg/beq]






