Sampang (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mengimbau kepada warga untuk menjaga kewaspadaan terhadap adanya potensi bencana alam musim penghujan.
Kepala BPBD setempat, Asroni menjelaskan, cuaca ekstrem kali ini harus diwaspadai karena sangat berpotensi menimbulkan bencana. Karena bencana bisa terjadi di mana saja dan tidak mengenal waktu. “Harus meningkatkan kewaspadaan dini, karena musim saat ini tergolong ekstrem,” terangnya, Selasa (8/11/2022).
Tidak hanya itu, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih solid dan siap siaga membantu warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana untuk melakukan pertolongan. “Segala peralatan antisipasi bencana sudah kami siapkan termasuk koordinasi dengan pihak TNI dan Polri,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”cuaca-ekstrem”]
Sekedar diketahui, cuaca ekstrem yang berlangsung di Sampang telah terbukti. Sebab, bebarapa waktu lalu tepatnya pukul 13.30 WIB, Jumat (4/11/2022), sejumlah pemukiman padat penduduk yang ada di Dusun Gunung Kesan Barat, Desa Pao Paleh Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, rusak parah diterjang anging kecang yang disertai hujan deras.
Zehri, Pj Kepala Desa (Kades) Desa Pao Paleh Laok, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Iya kejadianya kemarin, banyak rumah yang rusak, termasuk pohon yang tumbang,” tegasnya.
Yang lebih parah lagi, menurut salah satu korban mengaku trauma saat bencana angin kencang dan hujan deras berlangsung. “Kami sangat takut karena suara angin disertai hujan kemarin merobohkan rumah kami, dan mudah-mudahan tidak ada bencana lagi,” tandas salah satu warga. [sar/suf]






