Surabaya (beritajatim.com) – Pembinaan atlet tidak hanya dimulai dari kompetisi, tetapi sejak usia dini melalui pelatihan terstruktur. Di Surabaya, Jawa Timur, hadir sebuah sekolah bulu tangkis dengan konsep berbeda, yakni Sekolah Badminton Indonesia (SBI), yang mengedepankan keseimbangan antara kesehatan fisik dan kekuatan mental.
Didirikan pada 2022 oleh Hans William, Nadia Nathania, dan Mario Wijaya yang juga menjabat sebagai kepala pelatih, SBI membawa pendekatan baru dalam dunia pelatihan olahraga anak.
SBI mencatatkan diri sebagai kursus badminton non-profesional pertama di Indonesia yang memiliki legalitas resmi Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dengan nomor K5669676. Legalitas ini menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam setiap program yang dijalankan.
Co-founder SBI, Nadia Nathania, menjelaskan bahwa visi utama sekolah ini bukan sekadar mencetak atlet profesional, melainkan membangun karakter anak sejak dini melalui olahraga.
“Goal kita sebenarnya bukan untuk membina atlet profesional, melainkan mendidik anak-anak supaya lebih sehat. Di lapangan, mereka belajar untuk tidak mudah menyerah, menjadi lebih gigih, dan memiliki daya juang yang kuat. Karakter ini yang akan mereka bawa hingga dewasa,” ujar Nadia, Senin (20/4/2026) di Surabaya.
Dengan latar belakang pendidikan di University of Nottingham, Inggris, Nadia menggabungkan pendekatan manajemen modern dengan teknik olahraga yang terstandar.
SBI juga menerapkan kurikulum yang mengacu pada standar Badminton World Federation (BWF). Saat ini, pihaknya tengah mengembangkan sistem sertifikasi berjenjang mulai dari level Beginner hingga Advanced, guna memudahkan orang tua dalam memantau perkembangan kemampuan anak secara terukur.
Menjawab kebutuhan keluarga urban, SBI menawarkan fleksibilitas dalam program latihan. Tersedia kelas grup (Kids Class) yang berlangsung rutin seminggu sekali, hingga kelas privat yang dapat diikuti secara individu maupun berpasangan.
Tak hanya itu, SBI juga menghadirkan konsep ramah keluarga. Orang tua tidak hanya menunggu anak berlatih, tetapi juga dapat berolahraga di area yang sama, menjadikan aktivitas ini sebagai sarana kebersamaan keluarga.
Dari sisi biaya, SBI menawarkan tarif yang kompetitif, mulai dari Rp350.000 per bulan untuk kelas grup. Hal ini diakui oleh salah satu orang tua siswa, Elizabeth Hidajatno.
“SBI menjadi pilihan yang paling affordable dan terpercaya bagi kami. Selain pelatihnya yang profesional, lingkungannya sangat positif untuk mengisi waktu luang anak dengan kegiatan yang menyehatkan,” tutur Elizabeth.
Selain manfaat kesehatan, prestasi di cabang bulu tangkis juga membuka peluang di dunia pendidikan. Nadia menyebut, banyak siswa yang berhasil meraih peluang beasiswa dari sekolah bergengsi berkat prestasi mereka di turnamen.
Kini, SBI terus berkembang dengan jumlah siswa mencapai 500 orang. Sekolah ini telah hadir di tiga lokasi strategis di Surabaya, yakni Citraland, Kupang Jaya, dan Manyar Kertajaya.
Kehadiran SBI menjadi bukti bahwa olahraga bulu tangkis tidak hanya berfungsi menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk mental tangguh dan karakter unggul generasi muda. (way/kun)






