Berita Redaksi

Persembahan Opera dari Karyawan beritajatim.com di Ulang Tahun ke-13

Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah narasumber, pemasang iklan, mitra, sahabat, pembaca setia dan semua pihak yang hadir dalam perayaan Ulang Tahun ke-13 beritajatim.com, mendapat suguhan spesial. Salah satunya adalah opera verifikasi berjudul ‘Bom Meledak di Hatimu’ karya Redaktur beritajatim.com, Ribut Wijoto, di Balroom, Hotel Sangrila Surabaya, Senin (1/4/2019).

Opera verifikasi yang dibawakan sejumlah karyawan beritajatim.com itu merupakan refleksi bagaimana melakukan proses peliputan di lapangan. Proses mengolah informasi menjadi berita yang layak disajikan kepada pembaca ditengah situasi carut marut informasi media online mainstream.

Media online mainstream (yang terverifikasi administrasi dan faktual dari Dewan Pers) harus lebih berhati-hati dalam menyiarkan berita. Informasi benar-benar dari pantauan lapangan dan atau berasal dari narasumber yang kompeten. Sehingga, keakuratan informasi bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan setting panggung yang menunjukan sebuah meja dan kursi editor. Di tengah, backdrop layar putih untuk pemutaran video. Musik rancak dibarengi dua pemain yang diperankan oleh Agus Rudi P dan Kuntoro Rido Astomo masuk panggung.

Opera yang mengkolaborasikan audio visual itu berganti menjadi musik tik tok jam. Kedua pemain lalu mengendap-ngendap. Serentak keduanya melempar bom.
Layar video mempertunjukkan bom meledak. Blarr..! Pemain satu dan dua terjungkal dan terkapar.

Layar video tetap menayangkan suasana bom. Seluruh pemain lain berlarian masuk ke panggung. Berlarian secara acak dan terkesan panik. Dua pemain yang terkapar bangun lalu ikut berlarian. Pemain lain tampak menyempal. Dia berjalan sambil mengamati kepanikan.

Salah seorang pemain yang diperankan oleh Rahardi Soekarno yang masih di panggung tiba-tiba berlari panik. Dia lalu mendadak berhenti dan mengeluarkan telepon genggam (HP). “Mas Teddy, ada bom meledak di Surabaya. Diperkirakan 3 orang meninggal, belasan orang luka-luka,” dia berkata dalam telepon.

Gambaran peristiwa besar yang sempat terjadi di Surabaya itu memunculkan banyak berita hoax dan tanpa verifikasi. Namun, dalam melaksanakan tugas peliputan di lapangan, reporter beritajatim.com dituntut untuk selalu melakukan verifikasi.

Hal itu seperti yang disampaikan pemain yang diperankan oleh Wahyu Hestiningdyah. “Media apa sandaljepit.com itu, Pak. Mereka tidak punya wartawan di Surabaya. Ngawur itu. Jangan-jangan media abal-abal. Media yang belum terverifikasi administrasi dan vaktual oleh Dewan Pers. Ini saya di lokasi. Tidak ada tambahan korban jiwa. Kapolda juga sudah memastikan”.

Pertunjukan yang disampaikan dengan khas Suroboyoan dan dikemas lucu diakhiri dengan pembacaan puisi yang dibacakan oleh Dyah Ading Setyorini. Puisi tentang keindahan alam, toleransi, dan keberagaman budaya. Hingga terakhir ditutup dengan flashmob dari seluruh karyawan dan para undangan. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar