Berita Redaksi

Pemred Beritajatim.com Beri Tips Sukses untuk Calon Lulusan Unair

Pemimpin Redaksi Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto. (Foto: Diyah Ayu Ading)

Surabaya (beritajatim.com) – Pemimpin Redaksi Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto menjadi pengisi seminar Jenjang Karir di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (4/3/2020).

Bersamaan dengan pembekalan wisuda bagi calon wisudawan Unair periode Maret 2020, Dwi Eko Lokononto atau yang akrab disapa Lucky ini memberikan berbagai tips sukses dalam lanskap bisnis modern dan milenial.

Lucky mengatakan bahwa dalam era digital, dunia bergerak luar biasa cepat dan tanpa batas. Dalam situasi seperti ini kompetisi dalam dunia kerja dan dunia usaha sangat ditentukan oleh kreativitas yang menjadi dasar penting bagi lahirnya inovasi-inovasi baru.

“Pada titik seperti ini yang akan menjadi membedakan adalah kompetensi dan kreatifitas. Karena itu juga soft skill merupakan bekal penting dalam membangun karir dan memenangkan kompetisinya,” papa Lucky Lokononto.

Dipaparkan, dunia kerja sangat membutuhkan energi dari kaum mileneal yang punya kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, inovatif dan ketrampilan memecahkan masalah.

“Nah kalau bekal soft skill sudah terpenuhi, pesan saya hanya satu. Jangan baper-an. Jangan ditegur sedikit lantas dimasukkan ke dalam hati. Merasa gagal dan langsung mundur dari tempat kerja. Teman-teman harus punya ketrampilan mengelola stres atau kekuatan menghadapi tekanan di tempat kerja,” katanya.

Ditambahkan, dunia kerja juga sangat membutuhkan kaum milenial yang yang mau mengambil insiatif dan mengambil peran. Tidak mundur saat mendapat tugas berat atau punya keberanian menghadapi tantangan.

“Saat persoalan datang, jangan lari, ambil inisiatif dan peran. Pikirkan kepentingan banyak orang, maka Anda sadar atau tidak sedang menempa diri untuk menjadi pemimpin dan akan menjadi orang besar,” ujar Lucky.

Alumnus Ilmu Politik dari FISIP Unair ini menceritakan, tidak mungkin bisa membangun tiga perusahaan yang bergerak di bidang media, konsultan komunikasi dan konsultan manajemen bisnis, jika di tahun 1991 tidak mengambil inisiatif memimpin perusahaan tempatnya bekerja yang saat itu terancam bangkrut.

Diceritakan, saat itu ia bekerja di sebuah media yang terpandang dan tiba-tiba, para pemimpin di kantor mengatakan media itu akan berhenti terbit karena punya utang pada pabrik kertas. Saat semua pasrah, ia yang saat itu menjadi reporter meminta persetujuan manajemen untuk mengambil alih kepemimpinan.

“Saya mengambil inisiatif untuk menyelamatkan perusahaan karena berpikir nasib 284 karyawan yang terancam ter-PHK hanya dalam waktu 4 hari. Insiatif memimpin perusaaan yang sedang menghadapi krisis itu membuat saya punya pengalaman yang tidak ternilai harganya dan menjadi modal utama saat saya membangun beritajatim.com bersama beberapa teman,” katanya.

Jurnalis dan Superhero

Sebagai CEO dari beritajatim.com, Lucky Lokononto pun tidak lupa menggoda calon wisudawan untuk menekuni profesi sebagai jurnalis. Lucky menggambarkan bahwa wartawan atau jurnalis mengambil peran yang sama dengan superhero, yakni sama sama mencari kebenaran dan menyampaikan kebenaran dan bahkan memperjuangkan memperjuangkan kebenaran.

Jurnalis yang dituntut selalu mematuhi deadline, bekerja dengan standar kode etik yang tinggi, terbiasa dimarahi redaktur, redaktur pelaksana dan bahkan pemimpin redaksi, lanjut Lucky Lokononto, akan mencetak pribadi-pribadi yang tahan banting.

“Jurnalis juga akan dipaksa untuk selalu belajar, bersikap independen, mengikuti hati nurani, terbiasa berpikir cepat, punya kemampuan adabtasi yang tinggi, mencari solusi dan ditakdirkan untuk melayani publik. Karenanya menjadi wartawan merupakan pijakan profesi yang baik,” tambahnya.

Diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa Unair, ternyata banyak audien yang tertarik dengan dunia jurnalisme. Lucky menyampaikan bahwa jurnalis yang profisonal akan membangun reputasi pribadi yang baik dan disegani.

“Reputasi itu akan terbangun kalau bekerja secara profesional, total , penuh insitaif, dan mencintai pekerjaan. Meskipun pada akhirnya mungkin tidak menjadi jurnalis selamanya, reputasi yang bagus itu akan memberi peluang bagi mantan jurnalis untuk melakukan lompatan karir yang luar biasa,” tukasnya. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar