Iklan Banner Sukun
Berita Redaksi

Launching Pilar.id, Beritajatim Berbagi Tips Pengembangan UMKM

Webinar Sesi II Campaign Visual Kreatif UMKM Indonesia ini digelar oleh beritajatim.com dalam launching Pilar.id, Surabaya, Rabu (10/11/2021).

Surabaya (beritajatim.com) – Di era digital seperti saat ini, banyak hal yang perlu dilakukan dan diketahui untuk memulai usaha mandiri. Mulai dari jurus jitu meraup pasar hingga membuat digital campaign yang keren guna mendukung usaha, khususnya yang bergerak di sektor UMKM. Tujuannya agar memiliki kemampuan beradaptasi ketika terjadi guncangan ekonomi di skala nasional.

Berawal dari hal tersebut, Webinar Sesi II Campaign Visual Kreatif UMKM Indonesia ini digelar oleh beritajatim.com dalam rangkaian kegiatan peluncuran platform media Pilar.id sebagai media yang fokus dalam pengembangan UMKM. Webinar ini dilakukan secara virtual, bertepatan dengan Hari Pahlawan, pada Rabu (10/11/2021).

Webinar yang dimoderatori oleh Pinky Darya ini menghadirkan 3 panelis yang handal di bidangnya. Di antaranya Pegiat Digital Kreatif Adhicipta R Wirawan, lalu Professional Photographer Mamuk Ismuntoro, dan Professional Photographer Heiro Ahmad.

Dalam kesempatan ini, Adhicipta yang mendapat bagian untuk menyampaikan topik strategi kreatif campaign produk UMKM. Menurutnya, ketika pelaku usaha memulai usahanya, sejak itu pula strategi usaha harus dirancang dan ditentukan.

“Tentu sejak awal produk itu belum jadi, sebenarnya kita sudah bisa melakukan strategi produk UMKM. Bahkan sejak awal harus disiapkan strategi campaign ini, lewat analisis dan pengujian, sehingga saat produk itu diluncurkan, bisa diketahui pembeli atau pangsa pasarnya,” ujar Adhicipta.

Selain itu, Adhicipta mengungkapkan, kunci pertama yang harus dimiliki oleh pelaku usaha adalah empati terhadap perubahan lingkungan. Sehingga nantinya pelaku usaha tidak gagal dalam mengantisipasi perubahan itu sendiri.

“Kunci pertama adalah empati terhadap perubahan lingkungan, dan lebih banyak mencari tahu apa yang diinginkan oleh konsumen. Sehingga pelaku usaha mampu menghadapi hal-hal yang dihadapi atau dikeluhkan oleh konsumen. Itu kunci pertamanya. Dengan begitu, nanti tidak gagal dalam mengantisipasi perubahan melalui rancangan yang dibuat,” terangnya.

Webinar Sesi II Campaign Visual Kreatif UMKM Indonesia ini digelar oleh beritajatim.com dalam launching Pilar.id, Surabaya, Rabu (10/11/2021).

Lebih rinci Adhicipta menjelaskan, empati tersebut nantinya juga yang mendasari eksekusi terhadap strategi dan pengembangannya. Mengenai tahapan yang harus dilalui oleh pelaku usaha, dalam hal ini UMKM, Adhicipta menyebut, meliputi awareness, interest, evaluation, commitmen, dan sale.

“Paling tidak riset ini diperlukan minimal dalam sepekan untuk menyuguhkan hal yang kreatif. Bangun kesadaran, ketahui kepentingannya, evaluasi, agar kita tahu siapa dan dimana pasar kita. Bahkan konten apa yang paling efektif dan cocok untuk digunakan, tidak serta merta buat produk, tapi target dan tembakannya juga harus tepat,” paparnya.

Tak hanya itu, dari riset yang dilakukan, menurut Adhicipta, dapat diketahui budget yang dibutuhkan dan takaran kemampuan pelaku usaha khususnya dalam hal operasional. Namun hal itu menyesuaikan Untuk mengatasi kendala-kendala baik soal waktu, teknis, dan lain-lain pelaku usah juga bisa menggunakan jasa agency atau lewat pihak ketiga. Namun hal tersebut menyesuaikan keinginan dari pelaku UMKM itu sendiri.

“Baca tren yang cocok dan kata kunci yang tepat saat ini, melalui identifikasi selera target market yakni demografi, geografi, dan psikografi. Nanti diketahui konten (foto/video) apa dengan media (portal atau kanal) apa yang sesuai pula. Kita tidak harus mengerjakan ini sendiri,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mamuk Ismuntoro yang menyampaikan topik kekuatan foto kreatif dalam Campaign UMKM. Dia mengatakan, dalam memasarkan suatu produk, penggunaan foto atau video itu suatu pilihan. Namun di satu sisi, foto kerap punya ciri khas sendiri.

“Untuk memasarkan produk kita dalam bentuk foto, diperlukan foto yang akurat untuk menggambarkan bagaimana produk kita. Untuk itu, kemampuan fundamental juga harus diketahui,” ujarnya.

Adapun kemampuan dasar tersebut, Mamuk meyebut, meliputi pencahayaan, pengambilan foto yang bagus, konsep, sudut pandang, pengelolaan alat dan lain-lain. “Jangan sampai foto itu justru menghancurkan produk yang ingin dipasarkan dan tidak meninggalkan identitas dari suatu produk,” imbuhnya.

Webinar Sesi II Campaign Visual Kreatif UMKM Indonesia ini digelar oleh beritajatim.com dalam launching Pilar.id, Surabaya, Rabu (10/11/2021).

Untuk mendapatkan ide kreatif dalam menyajikan foto, Mamuk berkata, hal yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak bacaan atau referensi, dan tidak pernah takut untuk mencoba hal-hal baru. “Intinya, semua ketrampilan itu harus kita miliki kalau kita mau berkelanjutan. Semua bisa dipepajari. Saya rasa itu,” lanjutnya.

Sementara Heiro Ahmad yang berkesempatan menyampaikan topik video kreatif untuk mendukung campaign UMKM mengatakan, agar bisa menghasilkan video kreatif yamg beda dari lainnya, diperlukan pemahaman tentang produk. Selain itu juga memahami target sasaran yang diinginkan.

 

“Meski hari ini banyak gadget canggih yang bisa digunakan untuk memotret atau bikin video. Namun kita juga harus faham bagaimana kita membuat video promosi yang beda dan wow daripada produk yang lain. Harus tahu dulu bagaimana produk kita dan harus tahu sasaran kita,” jelas pria yang juga mengajar chinematografy untuk anak-anak SD tersebut.

Dengan memahami produk dan sasaran, Heiro menambahkan, seseorang akan mengerti langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyajikan video. Sehingga banyak yang tertarik pada produk tersebut dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Bekal kita yang utama itu pencahayaan, komposisi, dan lain-lain. Namun juga harus ada konsep, lalu ditulis alurnya baru dishooting. Bikin video itu tidak bisa hanya angan-angan. Kita juga harus sama-sama tahu apa yang akan kita kerjakan. Karena ketika di lapangan kadang-kadang bisa saja terjadi blank,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Heiro berharap akan banyak bermunculan video-video kreatif yang diproduksi oleh anak-anak muda hari ini. “Membuat film atau video itu mudah. Untuk membuat film yang bagus itu kita harus berperang, dan untuk membuat film yang inspiratif itu seperti magic, dibutuhkan keajaiban, artinya membutuhkan banyak hal,” katanya.

Sebagai informasi, dipilihnya tanggal 10 November sebagai hari peluncuran Pilar.id dan webinar ini lantaran mengambil inspirasi dari semangat perjuangan pahlawan dan ikhtiar di ranah digital untuk meningkatkan potensi perekonomian di Jawa Timur.

Di penghujung webinar ini, juga dilakukan penyerahan Memento yang dilakukan secara virtual kepada para panelis yang telah memberikan materi.

“Terimakasih kepada para panelis yang luar biasa dan sudah berbagi sesuatu yang hebat. Semoga apa yang sudah dishare ini bermanfatat bagi semua,” kata Direktur Usaha beritajatim.com, Saptini Darmaningrum, saat menyerahkan Memento secara simbolis kepada panelis. [riq/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar