Berita Redaksi

Bicara di Konvensi Nasional Media Massa, Beritajatim Tetap Kedepankan Akurasi dan Disiplin Verifikasi!

Redaktur Pelaksana beritajatim,com saat berbicara di Konvensi media massa Nasional Kendari (8/2/2022).

Kendari (beritajatim.com) – Redaktur Pelaksana Teddy Ardianto Hendrawan mewakili Pemimpin Umum/Pemred beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto hadir sebagai pembicara Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung di Ballroom Phinisi, Hotel Claro Kendari, Selasa (8/2/2022).

Teddy mengisi sesi kedua pada hari kedua Konvensi Nasional Media Massa HPN, Selasa (8/2/2022) pukul 13.00-15.00 WITA. Teddy membawakan topik ‘Menyeimbangkan Orientasi Bisnis dan Orientasi Jurnalistik, Pengalaman Nyata Media Massa’. Teddy tampil bersama tiga pembicara lainnya, yaitu Roberto A.M. Purba (CEO Ayo Media Network), Dahlan Dahi (CEO Tribun Network) dan Edi Prasetyo (Manajer Produksi Radio Suara Surabaya). Sebagai moderator adalah Suprapto dari PWI Pusat.

Acara sebelumnya dibuka oleh sambutan Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh dan Menkominfo Johny G Plate sebagai pengantar diskusi.

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh melaporkan kepada Menkominfo bahwa mulai dari sesi kemarin hingga hari ini, kegiatan Konvensi Nasional Media Massa berjalan dengan baik.

“Pemikiran para narasumber sangat futuristik, perlu kerjasama di antara kita semua. Nggak mungkin urusan media ditangani satu orang saja. Topik sangat mengemuka adalah publisher rights. Dewan Pers mengusulkan regulasi publisher rights atau hak cipta jurnalistik sebagai payung hukum untuk melindungi insan pers dalam menghadapi platform digital. Kita juga bicara untuk menyeimbangkan dimensi bisnis dan dimensi jurnalistik di media,” tuturnya.

Menkominfo Johnny G Plate yang hadir via zoom mengatakan mohon maaf hanya bisa hadir secara virtual dalam acara Konvensi Nasional Media Massa ini. “Mohon maaf saya tidak bisa hadir secara fisik di Kendari. Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2022, Dirgahayu Pers Indonesia, Dirgahayu PWI,” ujarnya memulai sambutan.

Dewan Pers bersama Task Force Media Sustainability telah menyerahkan draf usulan regulasi Publisher Rights kepada Menkominfo Johnny G Plate pada Oktober 2021 lalu.

Draf berjudul ‘Usulan Jurnalisme Berkualitas dan Tanggung Jawab Platform Digital’ itu disusun dan diajukan perwakilan asosiasi dan perusahaan media serta wartawan Indonesia.

Johnny pun mengapresiasi usulan Dewan Pers dan komunitas media untuk mengatur hubungan antara media massa, publisher, dan platform digital, serta menjaga koeksistensi ekosistem media di Indonesia.

“Jadi yang pertama, sesuai arahan Bapak Presiden, di mana pada saat Indonesia membangun infrastruktur secara besar-besaran, kita juga harus mampu memanfaatkan hilirisasi di sisi ruang digital itu sendiri,” jelasnya.

Pembicara pertama, Edi Prasetyo yang merupakan Manajer Produksi Radio Suara Surabaya (SS) menjelaskan proses lahir dan berdirinya SS di saat era perlawanan. “Radio berita yang ada saat itu hanya RRI. SS menemukan momentum yang baik saat orde reformasi, demand jadi besar. Sebelumnya katup-katup itu tertutup. Dari curhatan kecil seperti jalan rusak, terus berkembang masuk ke era sosial media. Kami sejak 2003 lebih serius mengembangkan media digital dan 2013 lebih serius lagi membuat divisi new media. Kalau di Surabaya ada peristiwa dan komplain publik, curhatnya ke SS. Semisal kehilangan sepeda motor, daripada yang dilaporkan ke polisi, lebih banyak yang dilaporkan ke SS,” jelasnya.

Teddy Ardianto, Redpel Beritajatim.com sebagai pembicara kedua menjelaskan, bahwa sejak awal didirikan pada 1 April 2006, DNA beritajatim.com mengkhususkan pemberitaaannya di Jawa Timur. Ini karena Jatim mempunyai potensi ekonomi yang hampir setara dengan DKI Jakarta. Tahun 2020, produk domestik regional bruto (PDRB) DKI mencapai Rp 2500 triliun, sementara Jatim mencapai Rp 2350 triliun.

“Jatim ini potensi ekonomi nomor dua setelah DKI Jakarta, dengan melihat hal tersebut kami percaya beritajatim.com akan tumbuh. Selain potensi ekonomi, tentunya faktor politik. Saat beritajatim.com berdiri pada 1 April 2006, kami mendapat momentum semburan lumpur lapindo di Sidoarjo 29 Mei 2006. Selain itu, juga Pilgub Jatim 2008 lalu. Kami dipercaya publik, karena terdepan dan terakurat memberitakan semburan lumpur itu dan suasana politik yang memanas menjelang Pilgub Jatim 2008,” tukasnya.

Teddy juga menjelaskan, beritajatim.com lahir dari gagasan para punggawa media cetak. Untuk itu, beritajatim.com terbiasa dengan kaidah jurnalistik dalam pemberitaan. “Sehingga, aspek akurasi, disiplin verifikasi, independen, kritis, komprehensif dan proporsional melekat kuat di setiap berita. Kami hadir langsung turun di TKP peristiwa. Kepercayaan publik kami utamakan untuk mendapatkan berita yang bermutu dan berkualitas, tidak hanya tercepat dan terdepan di Jawa Timur,” jelasnya.

Roberto A.M Purba, pembicara ketiga dari Ayo Media Network menjelaskan pihaknya memiliki tagline ‘true jornalism good publication’. “Kami memulai pada 2015, dengan mengajak pembaca lebih dekat melalui penyajian berita daerah yang intim. Kami besar karena membentuk sindikasi konten, seperti dengan beritajatim.com. Jadi, beritajatim tidak perlu kirim reporter ke Bandung untuk membutuhkan berita seputar Jawa Barat. Kami juga membutuhkan berita-berita Jawa Timur dengan meminta pasokan berita dari beritajatim.com,” katanya.

Sementara Dahlan Dahi, CEO Tribun Network sebagai pembicara keempat menegaskan, perbedaan antara jurnalis dan masyarakat yang juga bisa menulis berita. “Journalism tidak saja tentang mencari, menulis dan melaporkan berita, journalism juga tentang ‘believe’ bahwa berita bertujuan melindungi, memperkuat dan memihak publik. Berita bukan sekadar informasi, berita adalah informasi yang melewati proses jurnalistik. Jurnalis yang bekerja untuk publik harus independen dan netral secara politik. Bisnis media yang sehat akan lahir jurnalis yang profesional,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar