Iklan Banner Sukun
Berita Redaksi

Beritajatim.com Gelar Webinar UMKM Sekaligus Launching Pilar.id

Surabaya (beritajatim.com) – Bertepatan memperingati Hari Pahlawan, beritajatim.com mengadakan webinar yang bertajuk “UMKM Indonesia Pantang Mundur”. Sekaligus meluncurkan platform media Pilar.id sebagai media yang fokus dalam pengembangan UMKM di Jawa Timur.

CEO dan Pemred Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto menjelaskan peran penting UMKM dalam perekonomian di Indonesia. Menurutnya, UMKM memiliki kemampuan beradaptasi ketika terjadi guncangan ekonomi di skala nasional.

“Ketika krisis moneter pada tahun 1997, UMKM membuktikan mampu memperkuat ketahanan menghadapi badai krisis moneter pada waktu itu,” kata Lucky sapaan akrabnya saat membuka webinar UMKM, Rabu (10/11/2022).

Dipilihnya tanggal 10 November karena peluncuran ini mengambil inspirasi dari semangat perjuangan pahlawan dan ikhtiar di ranah digital untuk meningkatkan potensi perekonomian di Jawa Timur.

Webinar yang bertajuk “UMKM Indonesia Pantang Mundur” mengundang narasumber Nathan Santoso (CEO Radjoetasa), Arumi Bachsin (Ketua Dekranasda Jatim), dan Adi Sutarwijono (Ketua DPRD Kota Surabaya).

Suntikan modal yang menjadi salah satu resep ampuh mendongkrak kinerja UMKM menjadi faktor yang berisiko menurut Nathan. Konsultan dan pemerhati UMKM ini menganggap hal itu bisa menjadi jebakan bagi UMKM tersebut.

“Menurut saya masalah UMKM itu bukan masalah permodalan, karena jika diberikan kepada UMKM yang tidak siap justru akan menjerumuskan UMKM tersebut,” ungkap Nathan.

Maka, Nathan menyatakan bahwa salah satu kunci penting menjadi pengusaha UMKM adalah berani bermimpi. Ia menyatakan ini adalah masalah paling krusial yang pernah ditemuinya di Indonesia.

Pria yang juga menaruh minat di permasalahan seputar kesehatan mental ini mengungkapkan bahwa UMKM yang ideal menurutnya adalah yang mampu membawa dampak sosial dan berkesinambungan, bisa bertahan dari tahun ke tahun.

Di tempat yang sama, Arumi Bachsin menyoroti fenomena yang terjadi di UMKM di Indonesia dimana adanya perbedaan pola pikir (mindset) antara pelaku UMKM dan perusahan-perusahaan yang telah mapan.

Menyikapi perekonomian yang sedang bangkit akibat pandemi, Arumi menawarkan pendekatan kolaborasi antar UMKM.

“Misalnya seorang penjahit yang ingin menambah karyawan, mending berkolaborasi dengan UMKM lainnya yang di bidang itu, misalnya di bidang konveksi jadi bisa kerjasama per project,” kata Istri Wagub Jatim, Emil Dardak tersebut.

Dengan begitu, lanjut Arumi, keuntungan yang bisa diraih melalui pendekatan ini adalah mampu menekan biaya produksi dan potensi kerugian.

Arumi Bachsin juga memaparkan dengan jumlah total 9,7 juta unit menempatkan UMKM Jawa Timur menjadi penggerak roda perekonomian terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

Ini terbukti, UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian, baik di tingkat propinsi maupun di tingkat nasional. “UMKM bukan saja tulang punggung Jawa Timur, bahkan di tingkat Nasional,” ucap mantan aktris nasional itu.

Arumi menyebut di era serba digital ini merupakan tantangan bagi para pelaku. “Pengusaha atau UMKM yang sekarang harus 80% persen bersandar pada teknologi dan 20% untuk offline,” ujarnya.

Arumi juga mengimbau dengan jumlah UMKM yang tersebar di seluruh provinsi Jawa Timur ini, fasilitasi, pelatihan dan edukasi yang diberkan oleh Pemerintah Jawa Timur belum merata.

Di akhir sesinya, Arumi memaparkan peran sosial media dalam bidang pemasaran. Maka salah satu kiat agar pemasaran di media sosial menjadi efektif.

“Dengan berjualan online pelaku UMKM mampu menghadirkan sensasi atau pengalaman mengonsumsi produk jualannya tanpa melihatnya, dan ini sangat efektif,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono menjelaskan di kala pandemi, kreativitas masyarakat tumbuh. Seperti dengan hadirnya pasar 0 kilometer di Kelurahan Penjaringan Sari sebagai perwujudan gotong royong warga kemudian dibelanjakan membeli kebutuhan dasar dan dijual dengan harga yang murah.

“Inisiatif ini berasal dari RT/RW dan komunitas masyarakat di perumahan. Menurut saya sampai sekarang masih dijalankan sampai sekarang,” katanya.

Menurutnya, inisiatif dan kreativitas warga ini perlu dikembangkan dan diarahkan agar mampu mencapai hasil yang optimal. “mengedukasi masyarakat agar merumuskan, apa yang akan dilakukan dan diusahakan dalam usaha UMKM itu,” ungkapnya.

Adi mengungkapkan telah menginstruksikan pemerintah Kota Surabaya untuk memperhatikan kondisi UMKM yang terdampak Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan aktivitas usaha banyak UMKM di Surabaya.

“Kita meminta pemerintah Surabaya untuk mengembangkan sejumlah sentra wisata kuliner yang selama Covid-19 Sempat sepi dan tutup agar dihidupkan kembali,” katanya.

Terakhir, Adi juga mengamini Arumi Bachsin tentang urgensi UMKM di Jawa Timur saat ini, yaitu memaksimalkan peran teknologi informasi dan mulai merambah ke ranah digital dengan begitu UMKM akan bangkit.

“UMKM yang memanfaatkan teknologi cenderung tumbuh. Karena saat pndemi masyarakat dilarang keluar rumah, harus berdiam diri. Disitulah terjadi transaksi yang luar biasa dari masyarakat sekaligus mengurangi kontak fisik satu sama lain,” tandasnya. [asg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati