Berita Migas

Tinjau Distribusi Energi Secara Langsung, Direksi Pertamina Pastikan Operasional Aman

Malang (beritajatim.com) — Direktur Pengembangan Bisnis PT Pertamina (Persero), M. Haryo Yunianto bersama dengan Direktur Rekayasa & Infrastruktur Darat Subholding Commercial & Trading, Nur Muhamad Zain dan Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus, C.D. Sasongko meninjau langsung sarana operasional distribusi energi di wilayah Kota Malang dan Kota Madiun. Fuel Terminal (FT) Malang pada Kamis (12/11/2020) dan FT Madiun pada Jum’at (13/11/2020) mendapatkan kunjungan dari Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam agenda Management Walkthrough (MWT).

Agenda MWT ini dilakukan secara langsung oleh Direksi untuk meninjau secara langsung pengaplikasian aspek HSSE (Health, Safety, Security, & Environment) yang berada di area operasi Pertamina. Tidak hanya itu, MWT yang dilakukan juga guna memastikan tim di lapangan dalam kondisi yang baik dan sehat serta memantau penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan COVID-19, serta kesiapan distribusi menjelang libur panjang akhir tahun di sarana distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikelola oleh Pertamina

“Sebagai Objek Vital Nasional (OBVITNAS) yang melayani kebutuhan energi untuk Kota Malang dan Kota Madiun, Pertamina juga memastikan kondisi sarana dan prasarana yang berada di FT Malang dan FT Madiun berada dalam kondisi yang baik dan prima untuk tetap dalam menjalankan kewajiban menyalurkan energi kepada masyarakat,” ujar Haryo.

Fuel Terminal Malang merupakan salah satu dari 15 Terminal BBM yang dimiliki oleh Pertamina Pemasaran Regional Jatimbalinus. Berada di jantung Kota Malang, kehadirannya sangat dirasakan oleh masyarakat Malang yang melayani pengiriman BBM ke 95 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Malang Raya. Kapasitas total penyimpanan BBM yang dimiliki oleh FT Malang sebesar 7200 KL dimana setiap harinya rata-rata melayani pengiriman produk sebesar 1770 KL/hari.

Sedangkan Fuel Terminal Madiun, merupakan salah satu FT yang keberadaannya krusial di Jawa Timur, kehadirannya menjadi pilar penting roda ekonomi Kota Madiun dan sekitarnya yang melayani pengiriman BBM ke 120 SPBU di wilayah Madiun. Kapasitas total penyimpanan BBM yang dimiliki oleh FT Madiun sebesar 11.000 KL dimana setiap harinya rata-rata melayani pengiriman produk sebesar 1900 KL/hari.

Selain ke FT Malang dan FT Madiun, Haryo bersama Zain dan Sasongko juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke SPBU 54.653.09 di Jl. Diponegoro No.86, Kota Batu dan SPBU 54.631.08 di Jl. Raya Nglames No.379, Kabupaten Madiun. “Salah satu tujuan pengecekan SPBU ini ialah memastikan rantai bisnis Pertamina berjalan dari hulu hingga ke hilir dengan baik dan dapat dirasakan oleh pelanggan setia produk Pertamina,” ujar Haryo.

Ia juga menyampaikan bahwa di era disrupsi seperti ini, digitalisasi menjadi hal yang penting untuk perusahaan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Untuk itu, bersamaan dengan agenda MWT tersebut ia juga menyempatkan diri untuk melihat proses digitalisasi yang berada di SPBU dan metode pembayaran MyPertamina yang berada di SPBU.

“Tinjauan lokasi ini guna memastikan seluruh sarana prasarana yang digunakan dalam melayani pelanggan setia Pertamina berfungsi dengan baik, mulai dari papan informasi petunjuk tata cara transaksi, mesin Electronic Data Capture (EDC), koneksi dalam jaringan provider komunikasi, hingga kesiapan operator SPBU di lapangan untuk melayani masyarakat dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan,” ujar Sasongko.

Menurut Sasongko, di era digital seperti saat ini, dimana kebutuhan dari masyarakat untuk bertransaksi secara praktis menggunakan fintech (financial technology) dalam genggaman juga semakin meningkat, Pertamina berupaya menjawab tantangan tersebut dengan terus meningkatkan layanan MyPertamina yang sudah berjalan selama ini.

Peninjauan secara berkala kesiapan fasilitas distribusi energi, sebagai bentuk optimisme Pertamina mendukung kembali pulihnya aktivitas ekonomi. Apalagi, FT Malang dan FT Madiun memiliki peran vital dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar transportasi di jalan tol, jalur tengah, dan jalur selatan Jawa Timur.

Sebulan sebelumnya, Haryo bersama Sasongko juga melakukan MWT yang sama di Provinsi Bali, tepatnya di Integrated Terminal (IT) Manggis. “Pertamina memiliki harapan dengan MWT ini, proses bisnis dapat terpantau dengan baik, dapat disampaikan juga bahwa seluruh sarana distribusi energi Pertamina yang berada di Kota Malang siap beroperasi optimal untuk melayani kebutuhan energi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat,” tutup Sasongko. [rea/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar