Berita Migas

Tarakan Field Bantu Kembangkan Batik Ramah Lingkungan

Tarakan (beritajatim.com) – PT Pertamina EP Tarakan Field (Tarakan Field) merancang program Corporate Social Responsibility (CSR) agar muncul integrasi. Semangat gotong royong menjadi kunci utama mencapai keberhasilan.

Seperti pembinaan terhadap perajin batik yang dikerjakan penyandang difabel. Enriko R. Estrada Hutasoit, Tarakan Legal & Relation Assistant Manager mengatakan, Tarakan Field berusaha menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan.

“Tidak hanya lingkungan, Tarakan Field juga memberikan perhatian khusus pada kaum difabel,” kata Enriko, Jumat (22/11/2019).

Ketua kelompok Perajin Batik Sony Lolong memaparkan, batik produksinya mengusung tema lingkungan. Bukan hanya motif tetapi juga pewarnaan yang menggunakan bahan alami.

“Kami menggunakan pewarna alami, kulit mangrove, kulit buah rambutan, bahkan karat dari besi pun kami pakai. Limbah dari bahan pewarna dimanfaatkan kembali sebagai pupuk, justru lebih subur”, kata Sony Lolong saat dikunjungi.

Dia juga mengaku, bantuan yang diberikan oleh Pertamina (Tarakan Field) dimanfaatkan untuk mengembangkan variasi pola batik dan uji coba sumber pewarnaan yang baru. “Kami sangat terbantu, teman-teman difabel dapat lebih berdaya berkat bantuan dari perusahaan,” kata Sony.

Tak hanya menunjang perekonomian di sektor hulu, di bagian hilirnya Tarakan Field membangun Galeri CSR, bekerja sama dengan Bunyu Field. Galeri CSR bukan sekedar media pemasaran, tapi disisipkan semangat pemberdayaan di dalamnya. Melalui program Pengembangan UMKM di wilayah 3T, Tarakan Field mendorong UMKM di wilayah Tarakan dan sekitarnya untuk dapat naik kelas. Galeri CSR juga menjadi pusat pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh mitra binaan Tarakan Field, seperti batik khas, sabun gliserol, makanan ringan khas, dan lain sebagainya.

“Kami bangun Galeri CSR untuk memperluas pemasaran produk-produk UMKM di Tarakan,” ujar Enriko.

Kondisi sejahtera yang ideal mungkin masih jauh dari harapan, namun Tarakan Field dan juga mitra binaan tidak lantas patah arang. Setidaknya, sudah ada dampak positif yang dirasakan oleh mitra binaan sebagai hasil pemberdayaan oleh Tarakan Field. Contoh sederhana dari sisi ekonomi, setelah menerima pembinaan dari perusahaan, ekonomi mereka meningkat 30% hingga 50%.

“Kami satu kelompok rata-rata memperoleh omzet hingga 15 juta Rupiah per bulan setelah menerima pembinaan dari Tarakan Field”, kata Vera Agustina, Ketua Galeri CSR. [hen/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar