Berita Migas

Tambahan Produksi Blok Cepu Terbelenggu AMDAL

Bojonegoro (beritajatim.com) – Cadangan minyak dan gas bumi (Migas) Lapangan Banyu Urip Blok Cepu yang dioperatori ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) mengalami peningkatan. Dari sebelumnya sebesar 450 juta barel, cadangan yang bisa dipulihkan menjadi 729 juta barel, Jumat (25/1/2019).

Vice President Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan, jumlah cadangan baru tersebut diketahui setelah EMCL melakukan proses pengeboran dan produksi. “Sesuai evaluasi cadangan yang bisa dipulihkan sebesar 729 juta barel,” ujar Erwin.

Meski demikian, pihak operator tidak bisa menambah jumlah produksi melebihi ketentuan didalam Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Didalam AMDAL jumlah produksi perhari lapangan Banyu Urip sebesar 220 ribu barel perhari. “Jadi tidak bisa lebih dari itu,” kata Erwin.

Terakhir, data seismik cadangan di lapangan Banyu Urip bahkan mencapai 823 juta barel. Temuan cadangan migas baru dari reproses data selama ini, menurut Erwin, sudah dibicarakan dengan pihak SKK Migas. Adanya tambahan cadangan yang bisa dipulihkan ini puncak produksi diprediksi bisa lebih lama.

“Adanya cadangan baru ini diprediksi puncak produksi bisa sampai tahun 2020. Dengan produksi 210 ribu barel perhari,” terangnya.

Sekadar diketahui, EMCL sebagai operator produksi Lapangan Banyu Urip terus menambah jumlah produksi. Dari rata-rata produksi tahun 2018 sebesar 208,8 ribu barel per hari kini menjadi 210 ribu barel perhari. “Kita akan maksimalkan untuk memenuhi kebutuhan migas nasional,” pungkasnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar