Berita Migas

SKK Migas: Silakan Ajukan Penawaran Pengelolaan Gas Flare Sukowati

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Bagian Humas SKK Migas, Doni Ariyanto mempersilakan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan mengembangkan bisnis pengelolaan Gas Flare dari Lapangan Sukowati di Mudi, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kamis (25/7/2019).

“Silakan saja, bisa diajukan ke bagian komersialisasi SKK Migas,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas, Doni Ariyanto.

Menurutnya, Gas Flare dari Lapangan Migas yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dikelola oleh PT Gazuma yang berada di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. PT Gasuma mengelola gas flare dari Lapangan Mudi milik Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Lapangan Sukowati milik Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.

Sesuai Permen No 32 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan dan Harga Jual Gas Suar Pada Kegiatan Hulu Migas, menyebutkan, dalam rangka penawaran potensi gas suar, SKK Migas terlebih dahulu menetapkan data potensi gas suar yang akan ditawarkan kepada calon pemanfaat gas suar.

“Data potensi gas suar memuat data potensi gas suar yang berasal dari kontraktor,” imbuhnya.

Ketentuan lain didalam Permen tersebut menyatakan, jika pembeli gas suar, dalam pasal 15 ayat 1 diwajibkan memiliki atau menguasai infrastruktur fasilitas penyaluran dan atau penggunaan gas suar. Jangka waktu pemanfaatan gas suar yang dihasilkan oleh kegiatan eksplorasi dan ekploitasi adalah sampai dengan gas suar habis.

Pemkab Bojonegoro sendiri kini berniat mengelola gas suar bakar yang bersumber dari Lapangan Sukowati melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal itu diharapkan bisa menambah jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor migas selain perolehan Dana Bagi Hasil (DBH) migas.

“Kita sedang melakukan kajian untuk pengelolaan gas tersebut yang sekarang dikelola PT Gasuma di Tuban,” ungkap Asisten II Bagian Pembangunan dan Perekonomian Setda Bojonegoro, Setyo Yuliono. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar