Berita Migas

SKK Migas Masih Kaji Penambahan Sumur Baru di Lapangan Banyu Urip

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi perwakilan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) masih melakukan kajian terhadap rencana penambahan sumur baru di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, Rabu (7/4/2021).

Rencana penambahan sumur di lapangan Migas yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) itu karena ditemukan adanya penambahan jumlah cadangan baru di lapangan Banyu Urip yang ada di Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi mengatakan, penambahan sumur baru di lapangan Banyu Urip tersebut masih menjadi rencana karena ada potensi tambahan cadangan migas baru.

Temuan awal cadangan minyak di Blok Cepu yakni sebesar kurang lebih 450 juta barel, dan dilakukan pemboran dengan jumlah sumur sebanyak 29 sumur produksi dan 13 sumur injeksi. Berjalannya waktu, dari jumlah cadangan minyak yang ada di Blok Cepu ditemukan cadangan baru yang mencapai sekitar 823 juta barel.

“Sehingga ada beberapa alternatif untuk mengebor jumlah cadangan minyak yang ada di lapangan Banyu Urip tersebut. Karena jumlah sumur dihitung sesuai dengan jumlah cadangan yang ada,” ungkapnya.

Beberapa alternatif yang diungkapkan Nurwahidi diantaranya, menggunakan sumur yang sudah ada untuk menyerap tambahan cadangan minyak tersebut dan kedua harus melakukan penambahan sumur baru.

“Kami masih melakukan pertimbangan, karena juga tergantung dengan performent sumur yang ada sekarang. Dalam istilah perminyakan ada drainase area, atau area penyerapan, bicara sumur, dia bisa menyerap sejauh mana sumur-sumur itu,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, ExxonMobil sudah melakukan evaluasi kearah penambahan sumur atau tidak. Dengan adanya penambahan sumur, maka Amdalnya juga akan mengikuti untuk direvisi. “Untuk penambahan sumur itu secara otomatis amdal akan mengikuti,” jelasnya.

Sementara diketahui, jumlah produksi migas di Lapangan Banyu Urip yang dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Ltd saat ini sebesar 225 ribu barel perhari atau sekitar 30 persen dari produktivitas nasional. Jumlah produksi tersebut merupakan capaian terbesar dibanding blok migas lain di Indonesia. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar