Iklan Banner Sukun
Berita Migas

SKK Migas ‘Kick Off’ Program Pengeboran Tahun 2022

Gresik (beritajatim.com)- Guna memastikan lifting migas dilakukan secara optimal di awal tahun 2022, manajemen beserta pejabat selevel Kepala Divisi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan kunjungan kerja, dan pengawasan lifting migas di beberapa titik pengawasan lifting.

Ada 16 titik pengawasan lifting yang dikunjungi manajemen beserta pejabat SKK Migas. Khusus titik lifting yang dikunjungi manajemen SKK Migas diantaranya Terminal Senipah – KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Pertamina Hulu Mahakam, Banyu Urip – KKKS ExxonMobil Cepu Ltd, Tuban – KKKS Pertamina EP, Prabumulih – KKKS Pertamina EP, Siam Maspion – KKKS Saka Indonesia Pangkah Ltd, dan Balongan – KKKS Pertamina EP.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno melalui Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus menuturkan, manajemen dan pejabat SKK Migas tidak hanya melakukan optimalisasi lifting dan pengukuran stock akhir tahun di lapangan, namun kunjungan kerja ini juga dibarengi dengan ‘kick off’ program pengeboran tahun 2022.

Dimulai pukul 00.00 tanggal 1 Januari 2022, juga dilakukan lima kegiatan tajak sumur pengembangan pertama di tahun 2022,” tuturnya

“Kelima sumur pertama yang tajak di tahun 2022 ini menunjukkan upaya SKK Migas dan KKKS untuk segera berlari kencang sejak awal tahun dalam upaya mencapai target produksi yang telah ditetapkan,” tuturnya, Sabtu (1/01/2022).

Adapun kelima sumur tersebut ialah Sumur RNT-PRD09 – KKKS Pertamina EP, KRG-PA1 – KKKS Pertamina EP, B-2102 – KKKS Pertamina EP, SRN-P3 – KKKS Pertamina Hulu Rokan, dan MNA-P3 – KKKS Pertamina Hulu Rokan.

Menurutnya, untuk mengejar target lifting tahun 2022, pihaknya menargetkan sekitar 700 sumur dapat dibor pada tahun 2022. “Perhitungan produksi dan lifting pada awal 2022 menjadi penting bagi SKK Migas dan KKKS untuk mendapatkan acuan awal performance produksi dan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target produksi migas di tahun 2022,” ujarnya.

SKK Migas mencatat, per tanggal 29 Desember 2021 lifting minyak berada di angka 648 ribu BOPD (barel minyak per hari) dan gas sebesar 5.500 MMSCFD (standar kaki kubik per hari) dengan status stock lifting 4,02 juta barel. Dengan adanya optimalisasi akhir tahun serta pengurasan stock maka prognosa lifting pada akhir tahun 2021 menjadi 660 ribu BOPD untuk minyak dan 5.505 MMSCFD untuk gas.

Di tahun 2022 banyak aktivitas hulu migas akan dilaksanakan oleh Pertamina mengingat saat ini baru mengelola 70 persen dari seluruh Wilayah Kerja (WK) di Indonesia. Sehingga, kinerja dari Pertamina sendiri akan memberikan dampak besar terhadap produksi dan lifting migas nasional.

“Kami tetap optimis target produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) gas pada 2030 akan tercapai karena masih banyak WK di Indonesia yang memiliki potensi cekungan migas yang signifikan dan akan menjadi penopang produksi migas nasional dalam waktu yang panjang,” ungkap Taslim Yunus.

Sementara itu, Dirut PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) Avep Disasmita yang mendampingi pejabat SKK Migas mengatakan, ada dua sumur yang memberi kontribusi terhadap capaian produksinya membantu lifting migas nasional. Kedua sumur itu yakni Lapangan Sidayu dan West Pangkah.

“Dua lapangan itu menjadi back bone kami karena memberi kontribusi besar bagi Saka Energi Indonesia. Tahun 2022 juga fokus survei seismik terkait pengembangan eksplorasi sumur Tambak Boyo-3. Sehingga, masih banyak pilihan untuk kedepannya,” katanya.

General Manager Saka Indonesia Pangkah Limited selaku operator migas di wilayah kerja Pangkah, Andika Khoestarosa Jaya menyatakan ada tiga produksi yang dikelolah oleh PGN SAKA. Yakni, crude oil, gas dan LPG yang disalurkan sesuai ketentuan. Crude oil ke Pertamina, LPG ke Patra Niaga, dan LPG ke PLN. Sedangkan untuk volume yang dilifting lebih besar dari produksi.

“Tahun 2021 produksi oil kami mencapai 1.808, 184 BOPD (barel minyak per hari). Sementara untuk liftingnya 823,921,0 BPOD. Gas 10.343 MMSFCD (standar kaki kubik per hari). Sedangkan sales-nya 7.507 MMSCFD. LPG produksinya 25.213 metrik ton per day. Liftingnya 24.613 metrik ton per day,” ungkapnya.

Diakui Andhika, tahun 2021 produksi Saka Energi Indonesia meningkat tajam. Di tahun 2022 tetap fokus ke wilayah kerja (WK) yang saat ini masih melakukan seismik pencarian sumur lagi.

“Dua sumur di WK kami masih mendominasi. Keduanya yakni Sumur Sidayu memberi kontribusi 35 persen sementara West Pangkah 65 persen untuk produksinya,” pungkasnya. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar