Berita Migas

SKK Migas Jabanusa Monitoring Program Pengembangan Masyarakat Sekitar Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field

Tim SKK Migas melakukan monitoring dan evaluasi pada Program Pengembangan Masyarakat Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Perwakilan Jawa Bali dan Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) melakukan monitoring dan evaluasi pada Program Pengembangan Masyarakat Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field yang telah dilaksanakan selama tahun 2020 di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam monitoring tersebut, sesuai dengan siaran pers yang diterima Selasa 2 Februari 2021, perwakilan SKK Migas Jabanusa diwakili Wahyu Dono (Spesialis Pratama Dukungan Bisnis), Dimas Ario Rudhy Pear (Spesialis Dukungan Bisnis), dan Cindy Koeshardini (Staf Humas).

Tim monitoring SKK Migas Jabanusa itu mengunjungi beberapa desa program PPM PEP Asset 4 Sukowati Field. Diawali dengan meninjau Desa Ngampel, Kecamatan Kapas yang tersentuh program Sahabat Pertamina.

Program ini telah berjalan sejak 2018 hingga akhirnya pada 2020 dan telah memberikan manfaat yang dinilai baik oleh Kepala Desa Ngampel, Purwanto (45). “Dari awal Pertamina EP masuk ke desa kami dengan Sahabat Pertamina, kami merasa sangat terbantu dengan kesiap-siagaannya, kami harap program ini terus berlanjut ke desa lain sehingga lebih luas manfaatnya,” ucap Kades Ngampel.

Jumlah warga binaan yang telah dicapai Sahabat Pertamina hingga tahun 2020 adalah 720 KK di 6 desa dengan data Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) meningkat hingga 74 persen.

Paimen (64) sebagai penerima manfaat yang dulunya mempunyai penyakit pernapasan, setelah monitoring kesehatan oleh Tim Sahabat Pertamina yang dilakukan satu minggu sekali dengan edukasi kepada keluarganya, beliau berhasil sembuh dari penyakitnya.

Program tersebut telah menunjukkan hasil yang baik dari adanya PPM terutama di bidang kesehatan, karena memiliki manfaat yang langsung terasa bagi masyarakat.

Selain itu, Tim Monitoring dan Evaluasi sekaligus didampingi oleh Tim Sahabat Pertamina juga meninjau Sarana Pendukung Lingkungan Pot dan Tempat Sampah yang juga berada di sepanjang jalan Desa Ngampel.

Berpindah ke Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas terdapat Sarana Pendukung Lingkungan Pembangunan TPS. Sebelumnya, desa tidak memiliki tempat penampungan sampah dan masih menggunakan cara lama antara lain dibakar atau ditimbun dalam tanah pekarangan rumah.

“Ini masih perlu diperhatikan antara sampah organik dan anorganiknya, karena percuma kalau sampahnya sudah dipilah tapi dibuang di TPS dicampur lagi,” ucap Asisstant Manager Legal Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Victorio.

Beralih ke bidang Pendidikan, Tim Monitoring dan Evaluasi menuju MI Manbaul Ulum, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro. Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field memberikan bantuan pembangunan ruang kelas. Langkah ini dirasa bagus bagi Wahyu meskipun masih banyak yang harus dilanjutkan proses pengerjaannya. Program terakhir yang dikunjungi adalah Pembangunan Embung di Lahan Pembibitan Desa Sukowati, Kecamatan Bojonegoro. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar