Berita Migas

SKK Migas Diminta Bupati Bojonegoro Lakukan Kajian Soal Kayangan Api

Kayangan Api Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro meminta kepada SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang melakukan eksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro agar melakukan kajian terkait dengan aliran gas di Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Rabu (7/10/2020).

“Kami minta kepada SKK Migas dan KKKS agar segera melakukan kajian-kajian aliran gas api abadi di Kayangan Api itu lewat mana, apakah lewat Kedung Keris, J-TB, Banyu Urip, atau dari Sumur Tua dan lain sebagainya,” ujar Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah.

Permintaan kajian tersebut disampaikan langsung oleh bupati melalui rapat yang digelar secara daring pada Senin (5/10/2020). Hal itu menyikapi padamnya Api Abadi Mrapen, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 25 September 2020 lalu. “Api Abadi Kayangan Api di Bojonegoro dihaarapkan tidak sepeti yang terjadi di Mrapen. Sehingga harus ada langkah cepat,” terangnya.

Sementara Kepala SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi menyatakan, pihaknya bersama dengan KKKS yang melakukan proses ekplorasi migas di Bojonegoro akan melakukan kajian dan langkah strategis agar nyala api di Kayangan Api tersebut tetap nyala. Sehingga, bisa mendukung potensi pariwisata yang ada di tempat tersebut. “Kami akan melakukan kajian dengan KKKS yang punya tenaga dibidang tersebut,” terangnya.

Kayangan Api sendiri saat ini masih menjadi andalan wisata yang dikelola Pemkab Bojonegoro. Api Abadi yang menyala di kawasan hutan itu juga setiap tahun digunakan untuk upacara pengambilan Api Pekan Olahraga Nasional (PON). Kawasan Kayangan Api atau Api Abadi itu juga ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG). [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar